Ratusan TKI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia

“Kasusnya ada pelanggaran imigrasi, habis masa hukuman karena kejahatan yang mereka lakukan, ada narkoba juga. Tapi yang paling banyak memang pelanggaran keimigrasian,”

Kamis, 09 Feb 2017 21:37 WIB

Sebanyak 205 TKI bermasalah dipulangkan dari Tawau Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (09/02). (Foto: KBR/Adhima S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Nunukan– Pemerintah Indonesia memulangkan 205 TKI yang ditahan Pemerintah Malaysia di Pusat Tahanan Sementara PTS Tawau, Mangatal dan Papar Sabah Malaysia. Dari 205 TKI yang dipulangkan mayoritas TKI melanggar aturan keimigrasian Malaysia.

Wakil Konsulat RI di Tawau Sulistijo Djati Ismoyo yang mendampingi TKI hingga pelabuhan Tunon Taka Nunukan mengatakan,sebanyak 181 TKI yang dipulangkan tersandung kasus keimigrasian, 8 TKI tersandung kasus  narkoba dan 16 TKI tersandung kasus kriminal.

“Kasusnya ada pelanggaran imigrasi, habis masa hukuman karena kejahatan yang mereka lakukan, ada narkoba juga. Tapi yang paling banyak memang pelanggaran keimigrasian,” ujar Sulistijo, Kamis (09/02/2017).

Sulistijo Djati Ismoyo menambahan, ke 205 TKI tersebut seharusnya sudah dideportasi pemerintah Malaysia awal Desember 2016, namun karena adanya kebijakan pengelola pelabuhan baru Tawau    membuat pemulangan  tertunda. Biasanya pemulangan TKI deportan oleh pemerintah Malaysia dilakukan melalui pelabuhan lama. Karena pemulangan dilakukan di pelabuhan baru Tawau  membuat pemerintah Malaysia kesulitan mencapai kesepakatan. 

Karena pertimbangan lamanya ditahan  di PTS Malaysia akan membuat TKI mengalami gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis membuat Konsulat RI di Tawau Malaysia membiayai pemulangan ke 205 TKI tersebut ke Indonesia melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

“Itulah kenapa terjadi penumpukan sampai 205 itu karena ada penundaan hampir 3 bulan,” imbuh Sulistijo.

Editor: Rony Sitanggang



 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.