Raja Arab Saudi ke Indonesia, Presiden Jokowi Diminta Tagih Santunan Korban Crane

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meminta Presiden Joko Widodo untuk mendesak Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, agar menepati janji kepada korban jatuhnya crane di Mekah.

Minggu, 26 Feb 2017 15:50 WIB

Crane atau alat berat mesin derek ambruk di Masjidil Haram. Foto: setkab.go.id.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meminta Presiden Joko Widodo untuk mendesak Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, agar menepati janji kepada korban jatuhnya crane di Mekah pada September 2015 lalu. Saat itu, sebanyak 33 orang jemaah haji Indonesia menjadi korban kecelakaan crane, dua di antaranya meninggal.

Direktur LBH Padang, Era Purnama Sari, mengatakan Pemerintah Arab Saudi berjanji memberikan asuransi dan santunan sebesar 1 juta Riyal sekitar Rp 3,8 miliar kepada korban. Namun hingga kini korban asal Indonesia belum menerimanya.

"Besok kedatangan Raja Arab Saudi harus dimanfaatkan momentumnya oleh Pak Jokowi mengingatkan kembali Raja Arab untuk korban crane minimal ada kepastian. Ada statment yang memastikan kapan gitu (janji itu dipenuhi)," kata Era kepada KBR, Minggu (26/02/17).

"Harapan kita Pemerintah Arab Saudi segera memenuhi janji-janji yang mereka berikan kepada korban-korban crane. Ini kan tanggung jawab mereka juga, karena ini peristiwanya terjadi di Negara mereka," tambahnya.

Era mengatakan, LBH Padang menerima pengaduan dari korban Zulfitri Zaini (58), jemaah haji asal Solok Sumatera Barat, pada 9 Februari 2017 lalu. Zulfitri mengaku belum mendapat asuransi dan santunan dari Pemerintah Arab Saudi. Padahal saat dirawat di rumah sakit, korban didata oleh anggota Kedubes Indonesia untuk memperoleh itu semua.

"Setelah setelah korban kembali ke tanah air tanggal 2 Oktober 2015 hingga saat ini korban tidak menerima bantuan, santunan ataupun asuransi apapun dari Pemerintahan Arab Saudi," jelasnya.

Menurut Era, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pernah memberikan pernyataan bahwa Pemerintah Arab Saudi akan meberikan santunan tersebut serentak kepada korban di seluruh negara. Namun ada beberapa Negara yang belum mengidentifikasi korban-korbannya.

"Data korban dari Indonesia sudah ready, harusnya Pemerintah Indonesia proaktif mendesak Pemerintah Arab Saudi," kata Era.

LBH Padang sudah melayangkan surat ke Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 13 Januari lalu. Era mengatakan, surat itu dikirim untuk meminta penjelasan mengenai asuransi dan santunan kepada korban crane di Mekah. Namun hingga kini belum ada balasan resmi dari ketiga pihak tersebut.





Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut