Seorang warga mengambil gambar baliho ajang memilih kotak kosong menjelang Pilkada di Kota Jayapura, Papua, Rabu (8/2/2017). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Para calon tunggal peserta pemilihan kepala daerah di sembilan kabupaten kota di Indonesia menguasai perolehan suara di Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017. Meski sebagian besar memiliki tingkat partisipasi pemilih yang rendah.

Itu terlihat dari perolehan sementara rekapitulasi suara KPU berdasarkan rekaman data hitung TPS (Form C1) yang dimuat di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Jumat (17/2/2017) malam. Hasil ini bukan hasil final dan masih terbuka kemungkinan perbaikan dalam proses rekapitulasi.

Dari sembilan kabupaten kota, tidak ada kotak kosong yang mampu mengungguli perolehan calon tunggal. Bahkan, di Kabupaten Landak (Kalimantan Barat) dan Tulang Bawang (Lampung), pasangan calon tunggal memperoleh dukungan hingga 96 persen melawan kotak kosong, dengan partisipasi pemilih yang cukup tinggi pula.

Berikut datanya:

1. Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara

Angka perolehan suara kotak kosong tertinggi ada di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara yang mencapai 44 persen. Meski begitu, calon Bbupati Samsu Umar Abdul Samun yang berpasangan dengan La Bakry masih unggul dengan perolehan 55,08 persen, dengan data masuk sudah mencapai 100 persen.

Tingkat partisipasi di Kabupaten Buton juga cukup tinggi. Dari 71.358 orang yang memiliki hak pilih, hanya 51.004 saja yang menggunakan hak pilih (partisipasi 71,5 persen). Sedangkan 28,5 persen tidak menggunakan hak pilihnya.

2. Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara

Di Tebing Tinggi, calon wali kota Umar Zunaidi Hasibuan yang berpasangan dengan Oki Doni unggul jauh dengan 71,39 persen suara, sedangkan kotak kosong hanya memperoleh 28,61 persen.

Berdasarkan data rekam C1 (penghitungan TPS) yang tercantum di situs KPU yang sudah mencapai 100 persen, partisipasi pemilih di Kota Tebing Tinggi termasuk paling rendah diantara delapan daerah lain yang memiliki calon tunggal.

Dengan jumlah pemilih 107 ribu orang, pengguna hak pilih hanya 59.868 orang atau hanya 55,8 persen. Sedangkan warga yang memilih tidak menggunakan hak suaranya mencapai 44,2 persen.

3. Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Di antara sembilan daerah dengan calon tunggal di Pilkada 2017, Kabupaten Landak menempati peringkat dua dalam memperoleh dukungan suara terbanyak.

Calon bupati Landak, Karolin Margret Natasa yang berpasangan dengan Herculanus Heriadi memperoleh suara 96,62 persen. Sedangkan kotak kosong hanya mendapat 3,38 persen.

Dari rekam data C1 di Kabupaten Landak yang sudah mencapai 100 persen, tercatat ada 257.222 yang memiliki hak pilih, dan tingkat partisipasi pemilih sangat tinggi mencapai 237.354 orang (92,3 persen). Angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilih hanya 7,7 persen.

Dengan angka itu, tingkat partisipasi di Kabupaten Landak termasuk salah satu yang tertinggi di antara 101 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2017.

4. Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung

Pilkada di Kabupaten Tulang Bawang Barat diikuti calon tunggal pasangan Umar Ahmad-Fauzi Hasan.

Pasangan ini memperoleh dukungan 96,75 persen suara dan jauh mengalahkan kotak kosong yang hanya mendapatkan 3,25 persen.

Dari segi prosentase dukungan, pasangan Umar-Fauzi menempati urutan teratas daftar calon tunggal yang memperoleh dukungan pemilih terbanyak---unggul tipis dari dukungan terhadap calon tunggal dari Kabupaten Landak, Karolin-Herculanus.

Namun tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Tulang Bawang Barat tidak sebanyak di Kabupaten Landak.

Dengan total pemilih mencapai 197.541 orang, pengguna hak pilih di Kabupaten TulangBawang mencapai 174.676 orang (88,4 persen). Sedangkan 11,6 persen tidak menggunakan hak suara mereka.

5. Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Pilkada di Kabupaten Pati sebelumnya sempat menyita perhatian banyak orang, karena ramai diberitakan dimenangkan oleh kotak kosong. Meski kemudian informasi itu diperbaiki karena informasi itu baru berdasarkan penghitungan sementara di hari pemungutan suara.

Berdasarkan rekam data C1 (hasil penghitungan TPS) yang masuk di situs KPU, pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin memenangkan pilkada di Kabupaten Pati dengan perolehan 74,52 persen suara. Sementara kotak kosong hanya mendapat 25,48 persen suara.

Dari data di situs KPU, angka partisipasi di Kabupaten Pati agak rendah dan tidak mencapai target yang dipasang KPU Pusat sebanyak 77,5 persen.

Dari total 1.035.663 orang yang memiliki hak pilih, yang mencoblos hanya 711.414 orang (68,7 persen). Sedangkan 31,3 persen tidak menggunakan hak pilihnya.

6. Kota Sorong, Papua Barat

Pasangan calon tunggal Lamberthus Jitmau dan Hj Pahima Iskandar untuk sementara memimpin dengan dukungan 79,80 persen suara. Sedangkan kotak kosong mendapatkan 20,20 persen.

Data itu masih bisa berubah, karena data yang masuk di situs KPU baru mencapai 27,38 persen.

Partisipasi pemilih di Kota Sorong masih termasuk tinggi. Dari jumlah pemilih sebanyak 34.845 orang, yang menggunakan hak pilihnya mencapai 24.800 orang (71,2 persen) meski belum mencapai target KPU. Sebanyak 28,8 persen pemilih tidak menggunakan hak pilihnya.

7. Kabupaten Maluku Tengah, Maluku

Dari hasil penghitungan TPS (Form C1) yang sudah masuk mencapai 59,39 persen, pasangan calon tunggal Tuasikal Abua dan Martlatu Leleury mendapat dukungan 71,73 persen jauh mengunguli kotak kosong yang hanya mendapat 28,27 persen.

Partisipasi pemilih di Kabupaten Maluku Tengah pada Pilkada 2017 relatif rendah. Dari 11.436 jumlah pemilih, pengguna hak pilih hanya 133.819 orang atau 69,9 persen. Sedangkan 30 persen pemilih tidak menggunakan haknya.

8. Kota Jayapura, Papua

Partisipasi pemilih di Kota Jayapura pada Pilkada 2017 termasuk paling rendah. Dengan jumlah pemilih total mencapai 123.885 orang, yang menggunakan hak pilih hanya setengahnya, 63.055 orang atau sekitar 50,9 persen saja. Sedangkan sebanyak 49,1 persen tidak menggunakan hak pilihnya.

Rendahnya angka partisipasi pemilih di Kota Jayapura diperkirakan karena munculnya kampanye memilih kotak kosong yang ramai di wilayah ini.  

Meski begitu, pasangan calon tunggal Benhur Tomi Mano-Rustan Saru untuk sementara masih mendapat dukungan mayoritas. Dengan data masuk baru mencapai 43 persen, pasangan Benhur-Rustan mendapat dukungan 84,78 persen suara. Sedangkan yang memilih kotak kosong hanya 15,22 persen.


9. Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Pilkada di Kabupaten Tambrauw diikuti calon tunggal pasangan Gabriel Asem-Mesak Metusala Yekwam. Namun saat ini belum ada data yang bisa dipantau dari situs resmi KPU.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!