Korban Crane di Mekkah Berharap Janji Raja Arab Direalisasikan

Korban jatuhnya crane di Mekah Arab Saudi, Zulfitri Zaini (58), kecewa lantaran belum menerima asuransi dan santunan dari Pemerintah Arab Saudi.

Minggu, 26 Feb 2017 16:39 WIB

Jemaah haji yang berangkat lewat jalur ilegal lantaran kekurangan visa. Foto: ANTARA

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Korban jatuhnya crane di Mekah Arab Saudi, Zulfitri Zaini (58), kecewa lantaran belum menerima asuransi dan santunan dari Pemerintah Arab Saudi. Jemaah haji asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ini meminta Pemerintah Arab Saudi bertanggungjawab atas kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya diamputasi.

Zulfitri mengatakan, ia hanya mendapat asuransi dari Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama sebesar Rp 7.400.000 saja. Menurutnya, itu tidak cukup untuk menutupi biaya operasi dan rawat jalan yang ia jalani.

"Pulang dari Arab Saudi kadang-kadang saya rawat jalan, cuma itu operasi dan buka pen sudah dua kali. Kalau dana kadang-kadang saya nggak tahu hitungannya. Kadang-kadang kalau ke Rumah Sakit kan ada BPJS. Tapi kalau tambahan obat dari luar contohnya seperti beli kaki, saya juga banyak beli obat-obatan dari Cina karena masih luka," kata Zulfitri kepada KBR, Minggu (26/02/17).

Zulfitri menjelaskan, operasi pertama dilakukan untuk mengeluarkan pen yang di pasang pada pergelangan tangan sebelah kiri. Kedua yakni operasi akibat tumbuhnya benjolan di pada bekas luka pada bagian lengan. Selain itu, ia juga harus membuat kaki palsu dengan biaya sebesar Rp 28.500.000.

"Tiga tahun saya harus mengangsur itu semua," ujarnya.

Ia berharap, kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, ke Indonesia salah satunya untuk menepati janji kepada korban jatuhnya crane di Mekah. Pemerintah Arab Saudi sebelumnya berjanji memberikan asuransi dan santunan sebesar 1 juta Riyal sekitar Rp 3,8 miliar kepada korban.

"Harapannya diberi bantuan dengan janji-janjinya yang diberikan kepada korban musibah ini," harap Zulfitri.



Komisi Agama DPR Janji Singgung Raja Arab Saudi

Sementara itu, Kedatangan Raja Arab Saudi bisa menjadi kesempatan pemerintah membicarakan sejumlah persoalan haji, salah satunya santunan pada korban jatuhnya crane di Mekah pada September 2015 lalu. Ketua Komisi Agama DPR, Sodik Mujahid, mengatakan pihaknya berjanji akan mengingatkan hal itu pada Raja Arab Saudi ketika sampai di Indonesia. Tak hanya itu, hal prioritas lain yang patut dibicarakan yakni penambahan kuota haji bagi jemaah Indonesia.

"Istilahnya itu satu paket, itu masuk dalam paket usulan kita, prioritasnya seperti yang tadi. Kita juga akan ingatkan yang crane tadi, tetapi prioritasnya setelah kuota atau hal-hal yang strategis tadi," ujar Ketua Komisi Agama DPR Sodik Mujahid kepada KBR, Minggu (26/2/2017).

Ketua Komisi Agama DPR, Sodik Mujahid, menambahkan Komisi Agama berharap dengan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud bisa meningkatkan ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan bantuan ekonomi dari Cina.

Selain itu, kedatangan Raja Arab Saudi juga akan berdampak pada bantuan pendidikan berbasis agama Islam di Indonesia.

"Mudah-mudahan dengan bantuan dari Arab Saudi yang besar bisa membuat kita mandiri dan tidak tergantung kepada negara Cina. Kemudian, ada pertumbuhan ekonomi sehingga ekonomi yang lesu bisa bangkit lagi karena ada modal yang besar."

"Kita harapkan selain sentra ekonomi, Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada dosen dan mahasiswa kepada berupa beasiswa kemudian peningkatan infrastruktur pendidikan Islam Madrasah. Kemudian adalah soal kuota haji yang masih mengalami daftar tunggu 40 tahun," ungkapnya.






Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid