Kedatangan Raja Arab Saudi, Bandara Ngurai Rai: Kami Siap 100 Persen

"Kita sudah siap 100% karena secara fisik kita sudah baik untuk tempat parkir stand maupun lainnya tidak perlu diragukan sampai pulang, mau datang lagi silahkan."

Minggu, 26 Feb 2017 14:25 WIB

General Manager Bandara Internasional Ngurah Rai, Yanus Prayogi. Foto: Yulis Martony/KBR.


KBR, Bali - Bandara Internasional Ngurah Rai tengah mempersiapkan sejumlah prosedur jelang kedatangan Raja Arab Saudi. General Manajer Bandara Internasional Ngurah Rai, Yanus Prayogi, mengatakan persiapan prosedur itu di antaranya pemasangan tanda pada runway agar tidak mengganggu penerbangan reguler. Yakni dengan menempatkan lokasi parkir pesawat Raja Arab Saudi beserta rombongannya di bagian selatan bandara.

"Kita sudah siap 100% karena secara fisik kita sudah baik untuk tempat parkir stand maupun lainnya tidak perlu diragukan sampai pulang, mau datang lagi silahkan," ujar General Manajer Bandara Internasional Ngurah Rai, Yanus Prayogi kepada wartawan.

Sementara untuk pesawat Raja Salman akan di parkir di utara runway sesuai dengan tupoksi penyambutan kepala negara. Kata dia, hal itu pun disesuaikan dengan protokoler Kerajaan Arab Saudi.

"Seandainya pihak Raja Arab minta penyambutan di hotel kita langsung ke hotel, kalau beliau berkenan mampir di VIP Satu yang mana merupakan tempat peristirahatan sementara untuk kepala negara kita siapkan," sambungnya.

Lebih lanjut, untuk keamanan sudah ditangani oleh AURI dan KP3U Polsek wilayah bandara. Kata dia, ada beberapa pesawat maskapai Sriwijaya Air yang berkenan pindah parkir di bandara Juanda dan Lombok.

Hingga saat ini, pihak bandara masih terus melakukan persiapan jelang kedatangan pada 4 Maret mendatang. Selain itu, jalan di dalam kota di sejumlah titik di seperti di pintu masuk Tol Bali Mandara telah dipasang lampu hias.

Setelah dari Jakarta, Raja Salman akan berlibur ke Bali dengan membawa tujuh pesawat dan 1.500 rombongan yang akan menikmati keindahan pulau Bali.
Rombongan Raja Arab ini diperkirakan akan menginab di kawasan Nusa Dua dan mengunjungi sejumlah tempat wisata.




Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.