GP Ansor Akan Perangi Ahok, Ketua Umum PBNU: Don't Worry

"Jangan khawatir, don't worry. GP Ansor itu akan nurut apa kata saya. Saya akan redam gejolak itu. "

Rabu, 01 Feb 2017 21:18 WIB

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melalui Youtube meminta maaf kepada Nahdlatul Ulama dan Rais Aam NU Ma'ruf Amin, Rabu (01/02). (Sumber: Youtube)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta para nadhliyin, untuk tidak memperpanjang polemik antara Basuki Tjahaja Purnama dengan Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin. Pernyataan tersebut menanggapi adanya sikap organisasi kepemudaan NU GP Ansor di beberapa daerah yang menyatakan perang terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia menyebut, polemik yang berkembang saat ini merupakan kesalahpahaman. PBNU kata Said, tidak ada kaitannya dengan MUI, organisasi yang juga diketuai oleh Ma'ruf. Selain itu juga kata dia, Ahok juga telah menyampaikan permohonan maafnya.

"Jangan khawatir, don't worry. GP Ansor itu akan nurut apa kata saya. Saya akan redam gejolak itu. Sebenarnya ini kan kapasitas beliau (Ma'ruf Amin-red) sebagai Ketua MUI, bukan sebagai Rais Aam NU. Ketika mengeluarkan fatwa, tentu kapasitasnya sebagai mengatasnamakan MUI, bukan NU. Jadi PBNU tidak ikut campur," ujarnya ketika dihubungi KBR melalui sambungan telepon. 

Said melanjutkan, "kedua, Ma'ruf Amin kan kemarin hanya sebagai saksi saja. Bukan saksi pelapor. Jadi tidak mungkin kalau dipolisikan. Lagipula Ahok juga sudah minta maaf. Saya sudah liat rekamannya. Jadi anggap selesai saja."

Maaf

Terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklarifikasi wacana pelaporan Ketua MUI, Ma'ruf Amin ke polisi. Menurutnya, pihak yang akan dilaporkan adalah saksi pelapor seperti Novel dan Uchoy.

Ahok juga menjelaskan tidak bermaksud memojokkan Ma'ruf Amin dalam persidangan. Menurut dia, hal tersebut hanya untuk mencari pembenaran kasus yang membelitnya. Meski demikian, ia meminta maaf kepada Ma'ruf Amin dan NU jika menyinggung mereka.

"Dalam hal ini sebagai orang tua, sebagai sesepuh NU merasa atau tersinggung kami memojokkan dalam persidangan kemarin, saya atas nama pribadi dan juga seluruh tim penasehat saya, menyampaikan minta maaf kepada KH Ma'ruf Amin dalam pencarian pembenaran materier perkara kami.  Dan juga kepada warga NU kami sampaikan mohon maaf sebesar-besarnya," jelas Ahok dalam unggahan video Youtube.

Sementara terkait pembicaraan SBY dengan Ma'ruf Amin, Ahok menjelaskan hanya disodorkan datanya dari tim penasehat hukum. Karena itu, kata dia, penjelasan terkait hal tersebut akan dijelaskan oleh kuasa hukumnya.

"Saya mau mengklarifikasi pembicaraan Pak SBY ke KH Ma'ruf Amin itu disodorkan beritanya dari berita liputan6.com yang terbit tanggal 7 Oktober 2016 oleh penasehat hukum saya. Nah selanjutnya itu menjadi bagian tugas penasehat hukum saya, kewajiban beliau menjelaskan. Sama sekali saya tidak mengerti hanya disodorkan dan saya tidak menyatakan apapun." Jelas Ahok.


Sebelumnya, organisasi sayap PBNU, GP Ansor di beberapa daerah mengaku tak terima dengan pernyataan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok beserta tim kuasa hukumnya yang dianggap melecehkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, pasca dihadirkan menjadi saksi dalam persidangannya. Selain menjabat sebagai Ketua MUI, Ma'ruf juga merupakan  Rais Aam  PBNU.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Pansus Angket KPK Pertimbangkan Kembali Rencana Konsultasi dengan Presiden

  • DPRD Tuding Pemkot Balikpapan Lembek Tindak Pengembang Nakal
  • Puluhan Negara Tandatangani Traktat Pelarangan Senjata Nuklir
  • Ilkay Gundogan Cedera, Guardiola: Tak Separah Cedera Sebelumnya