Flu Unggas, 600 Ekor Itik Mati Mendadak di Kabupaten Bandung

"Hasil laboratorium menurut kepala dinas dipastikan positif (H5N1) jadi langsung dilokalisir, artinya itik-itik yang mati itu dibakar dan dikubur,"

Kamis, 23 Feb 2017 20:50 WIB

Ilustrasi: Penyemprotan desinfektan untuk mencegah penyebaran virus. (Foto: Antara)


KBR, Bandung- Sebanyak 600 ekor itik milik tiga peternak, mati mendadak di Kampung Lebakwangi, Desa Sekarwangi, Kecamatan  Soreang, Jawa Barat akibat terjangkit virus flu burung (H5N1). Indikasi seluruh unggas itu terjangkit virus flu burung tersebut, usai dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh otoritas  setempat.

Camat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rusli Baijuri, mendapatkan laporan dari peternak bahwa kematian itik tersebut awalnya terjadi pada tanggal 16 Februari 2017.

"Memang awalnya itu dua tiga ekor (mati) mungkin dianggap petani itu karena perubahan suhu dan cuaca, tapi makin ke sininya makin banyak. Setelah seperti itu gejalanya kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan penyuluh. Kemudian dari dinas juga turun ke lapangan untuk memeriksa. Hasil laboratorium menurut kepala dinas dipastikan positif (H5N1) jadi langsung dilokalisir, artinya itik-itik yang mati itu dibakar dan dikubur," ujar Rusli Baijuri kepada KBR melalui telepon, Kamis (23/2).

Camat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rusli Baijuri mengaku dugaan terpaparnya itik yang mati akibat virus flu burung bisa terjadi dari lalu lintas distribusi mau pun lokasi penjualan unggas.

Rusli mengatakan dengan adanya kejadian tersebut menerbitkan rekomendasi seluruh itik yang masih hidup tidak boleh dikonsumsi. Warga juga  diimbau agar segera melaporkan jika terjadi hal serupa ke aparat desa dan melokalisir Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Jawa Barat

"Jika terdapat masyarakat yang sakit segera laporkan dan dibawa ke rumah sakit," ujar Rusli.

Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyatakan kejadian unggas mati mendadak merupakan peristiwa pertama kalinya dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Rencananya, besok akan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk seluruh unggas di kawasan tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.