Dituding Antasari, Ini Jawaban Hary Tanoe

"Kalau fitnah itu ditanggapi buang-buang waktu. Kita kerja saja yang produktif, cukup ya,"

Rabu, 15 Feb 2017 18:34 WIB

Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menyebut pernyataan bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar adalah fitnah. Hary Tanoe disebut sebagai pembawa pesan bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar KPK tidak menahan Aulia Pohan.

"Jadi jawabannya cuma satu, semua dengar ya, itu fitnah kalau ditanggapi. Itu artinya sudah semuanya," kata Harry Tanoe di halaman Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo, Jakarta Pusat, Rabu (15/02/17).

Namun Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini enggan memberi penjelasan mengenai tudingan yang dilayangkan Antasari tersebut. Ketika dikonfirmasi awak media, Hary Tanoe menjawab sambil berjalan memasuki Kantor DPP Perindo.

"Kalau fitnah itu ditanggapi buang-buang waktu. Kita kerja saja yang produktif, cukup ya," ujarnya dengan muka memerah.

Sebelumnya, Antasari membuat pernyataan mengenai kasus yang membelitnya usai membuat laporan di Bareskrim Polri kemarin, Selasa (14/02/17). Antasari mengatakan, dulu Harry Tanoe meminta dirinya agar KPK tidak menahan besan SBY, Aulia Pohan. Menurutnya, pesan tersebut disampaikan Harry Tanoe atas perintah SBY.

Editor: Rony Sitanggang
Saat itu, KPK sedang menangani kasus aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) yang melibatkan Aulia Pohan selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.