Bom Cicendo Bandung, Densus Geledah Rumah Terduga Teroris di Cianjur

"Ada juga buku tentang jihad, serta beberapa kabel-kabel termasuk kawat paku juga, serta batu baterai dan barang-barang elektronik di dalamnya,"

Senin, 27 Feb 2017 20:56 WIB

Petugas memasukkan jenazah pelaku teror bom Kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung ke dalam ruang CT Scan Post Mortem, Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (27/2). (Foto: An


KBR, Bandung- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror mnggeledah sebuah rumah kontrakan di Kampung Ciharashas, Desa Sinargalih, Cilaku Kabupaten Cianjur. Rumah itu   pernah dihuni oleh terduga teroris inisial YC yang melakukan pengeboman Taman Pandawa dan Kantor Kelurahan Arjuna, Bandung. 

Menurut Juru Bicara Kepolisian Jawa Barat Yusri Yunus, salah satu barang bukti yang memperkuat terduga teroris berencana melakukan peledakan bom adalah ditemukannya bahan baku bom.

"Diantaranya buku kajian Islam, buku akidah kemudian ada juga buku tentang jihad, serta beberapa kabel-kabel termasuk kawat paku juga, serta batu baterai dan barang-barang elektronik di dalamnya," kata Yusri Yunus kepada KBR, Senin (27/2).

Juru bicara Kepolisian Jawa Barat Yusri Yunus menjelaskan, seluruh barang bukti itu telah dibawa ke Jakarta oleh tim Detasemen Khusus Anti Teror usai melakukan penggeledahan pada sore tadi untuk diteliti.

Yusri menambahkan sampai saat ini belum diperoleh informasi mengenai penggeledahan atau pun penyelidikan lokasi lain yang akan didatangi oleh Detasemen Khusus Anti Teror.

"Belum ada pemberitahuan lagi tapi kita siap mendampingi Densus 88," ujar Yusri.

Kata dia, untuk kegiatan pelayanan publik di Kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung, belum bisa dilakukan karena terdapat kerusakan dan masih dalam proses penyelidikan tempat kejadian.

Sementara itu kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar beberapa meter lokasinya di depan Lapangan Pandawa, tempat meledaknya bom pertama oleh terduga teroris YC, dapat kembali dilakukan besok.

ISIS

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Hamidin menyebut, pelaku bom di Cicendo, Bandung, Jawa Barat masuk dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah, pimpinan Bahrunaim. Kelompok ini juga dikaitkan dengan jaringan teror global, yakni kelompok militan ISIS.

"Yang bersangkutan ini sebetulnya satu grup dengan Abu Sofi. Yang bersangkutan ini memiliki nama panggilan Abu Salam. Saya kira kelompok ini memang berbaiat kepada ISIS. Kemudian kami melihat, JAD (Jamaah Ansharut Daulah) di Bandung ini, sebenarnya berafiliasi kepada ISIS. Kelompok tersebut saat ini kegiatannya semakin berkurang," ujarnya.

Sementara itu, mengenai motif pelaku bom di Bandung, Hamidin menambahkan, strategi yang dimiliki kelompok teroris di Indonesia berkembang sesuai dengan kondisi yang ada. Selama ini kelompok-kelompok teroris kerap menargetkan obyek vital semisal kantor polisi, diyakini akan terus berkembang lagi.

"Karena pada prosesnya, sistem perekrutan mereka juga sudah jauh berubah dibandingkan dengan yang terdahulu. Kalau dulu perekrutan dilakukan hanya dengan tatap muka, kalau sekarang cukup bergabung di media sosial yang dikelola oleh kelompok teroris global semisal ISIS," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi