BNPB: Jakarta Sudah Sesak, Tak Ada Lagi Tempat untuk Penghijauan

"Di Jakarta terjadi penurunan muka tanah. Tiap titik tidak sama. Ada (penurunan tanah) 10 cm itu pertahun di Jakarta Pusat," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Kamis, 23 Feb 2017 08:35 WIB

Warga menerobos banjir di Jl Gunung Sahari Raya, Jakarta, Selasa (21/2/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut perluasan ruang hijau di Jakarta sulit direalisasikan.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan ibukota sudah sesak dengan bangunan, dan tidak ada lagi tempat untuk penghijauan. Apalagi, kata dia, setiap tahunnya tanah di Jakarta mengalami penurunan.

"Di Jakarta terjadi penurunan muka tanah. Tiap titik tidak sama. Ada (penurunan tanah) 10 cm itu pertahun di Jakarta Pusat. Itu yang saya dapat di Kementerian PU," ujarnya kepada KBR di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

BNPB mencatat, Jakarta mempunya daya tahan tampung air hanya 15 persen saja. Sisa air lainnya, kata Willem, akan mengalir ke daerah yang lebih rendah. Hal ini diperparah dengan drainase (saluran air) yang tak lancar, banyaknya sampah dan sungai yang semakin menyempit.

"Jadi saya bicara daya tampung, dia (air) di tahan oleh DAS.Ttapi kan kita daya tahannya tinggal 15 persen untuk Jakarta, 85 persen dia (air) ke tempat yang lebih rendah," kata Willem.

Baca juga:


Willem menilai kota Jakarta mirip dengan kota di Belanda, yakni sama-sama berada di bawah permukaan air. Karena itu, Willem mengatakan satu-satunya cara mencegah banjir Jakarta adalah dengan menggunakan teknologi ala Belanda untuk memperbaiki saluran air dan menambah pasokan pompa air di sungai-sungai.

"Pendekatan teknologinya, ya harus belajar dari Belanda. Dia kan negeri di bawah permukaan air laut. Situasi ini bukan tidak bisa diatasi, bisa. Satu dengan teknologi, kedua perilaku masyaratnya pun harus berubah dong," ujarnya.

Rabu (22/2/2017) kemarin BNPB merilis ancaman bencana yang diprediksi besar terjadi di tahun 2017.

BNPB menyatakan sebanyak 136 kabupaten/kota di Indonesia masuk dalam daerah rawan bencana. Dengan rincian ancaman bencana banjir berada di 315 daerah, dengan jumlah penduduk yang terdampak mencapai 63,7 juta jiwa.

BNPB juga menyebutkan ancaman bencana longsor terdapat di 73 kabupaten/kota mulai dari, level tinggi sampai rendah.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.