Banjir di Bekasi Meluas, BPBD Minta Pemprov Kirim Bantuan

"Saya sudah minta bantuan ke provinsi dan ke pusat BNPB, mudah-mudahan besok sudah bisa datang. Untuk hari ini stok sudah mulai menipis,"

Selasa, 21 Feb 2017 17:52 WIB

Warga berusaha melintasi banjir yang merendam kawasan Perumahan Dosen IKIP, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/2). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menyatakan banjir yang terjadi   makin meluas dan makin parah. Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Kota Bekasi Edi Sukamto, wilayah yang   tergenang menjadi 23 daerah dari jumlah sebelumnya hanya belasan daerah.

Kata dia, kedalaman air pun semakin bertambah karena debit air dan curah hujan yang meningkat.

"Betul semakin meluas, hari ketiga ini yang terparah. Hari ketiga ini makin tinggi karena banyak tanggul yang jebol. Tanggul jebol karena arus yang deras kemudian ada di posisi di IKIP juga ada yang jebol, di perumahan IKIP  sekitar 20 meter jebolnya," jelas Kasi RR BPBD Kota Bekasi Edi Sukamto kepada KBR, Selasa (21/2/2017).

Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Kota Bekasi Edi Sukamto menambahkan, beberapa daerah yang mengalami banjir terparah ada di perumahan IKIP dengan kedalaman air 2 meter. Padahal, kedalaman air pada hari kemarin hanya mencapai 1.5 meter.

Bahkan, beberapa perumahan baru yang berada di kota Bekasi juga ikut tergenang air.

"Masih didominasi IKIP, Komplek Nasio, ada juga titik baru di Pondok Gede di perumahan Jati Bening Permai dengan ketinggian air 2 meter," ungkapnya.

Sementara itu, BPBD Kota Bekasi mengaku stok logistik sudah menipis. Menurut Edi,   sudah mengajukan tambahan logistik berupa obat, air dan makanan instan kepada BPBD Provinsi dan BNPB,

"Logistik sudah menipis, yang urgen makanan siap saji, air mineral, selimut dan obat-obatan. Saya sudah minta bantuan ke provinsi dan ke pusat BNPB, mudah-mudahan besok sudah bisa datang. Untuk hari ini stok sudah mulai menipis," ungkapnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau