Eks Ketua KPK Antasari Azhar. (Foto: KBR/Ade I.)


KBR, Jakarta- Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar mendesak bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertanggung jawab secara hukum atas perkara yang menyebabkannya dipenjara selama delapan tahun. Kata dia, SBY mengetahui secara pasti soal siapa yang mendalangi kasus rekayasanya beberapa tahun lalu tersebut.

Dia memastikan, dalam rekayasa kasus tersebut ada kaitannya dengan penahanan besan SBY, Aulia Pohan dalam kasus aliran dana BI.

"Setelah saya merenung tadi malam. Ini kilas balik bahwa sejak kecil saya diajari kejujuran oleh orang tua saya, untuk itu saya mohon kepada SBY jujur. Beliau tahu perkara saya, cerita, apa yang beliau alami dan perbuat, saya minta beliau cerita. Apa yang beliau lakukan, beliau perintahkan siapa, saya minta SBY jujur terbuka pada publik. Saya sudah mengalami penjara selama 8 tahun," ujarnya kepada wartawan di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/02).

Kata dia, pada   Maret tahun 2009 lalu, Bos perusahaan media MNC grup, Hary Tanoesoedibjo menemuinya untuk tidak menahan Aulia Pohan yang saat itu menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Selanjutnya kata dia, bos MNC Group tersebut meminta dirinya untuk menjaga keselamatan karena menolak permintaan tersebut.

Kata dia, Hary Tanoe datang menemui dirinya atas perintah dari SBY.

"Ada orang malam-malam ke ruangan saya. Hary Tanoe diutus Cikeas supaya saya tak menahan Aulia Pohan. Maret 2009 dia bilang saya bawa misi pak dari Cikeas. Saya tanya siapa orangnya. Terus dia bilang misi itu adalah agar bapak tidak menahan Aulia Pohan. Terus saya bilang ga bisa memenuhi perintah itu," ucapnya.

Dia mengaku alasan mengapa baru saat ini membuka kasus ini karena dia menganggap saat ini sudah kondusif. Dia juga memastikan siap dikonfrontir dengan siapapun terkait pernyataannya tersebut.


Editor: Rony Sitanggang 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!