Sidang Setnov, Barter jadi Modus Terima Uang Suap 34 M

"Dia ada dolar di luar negeri dia mau tukar dia enggak mau tukar rupiah enggak mau di Indonesia. Dia tetap mau terima dolar di Jakarta,"

Kamis, 11 Jan 2018 14:16 WIB

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Keponakan Terdakwa Kasus Korupsi KTP Elektronik Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo gunakan cara barter untuk ambil uang diduga suap dari Singapura.   Irvanto menggunakan jasa money changer untuk membarter uang dolar  2,6 juta atau setara Rp 34 miliar dari Singapura ke Indonesia.

Karyawan sebuah perusahaan money changer yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Setya Novanto, Riswan mengatakan, perusahaannya menyanggupi permintaan Irvanto tersebut dengan komisi sebesar Rp 100 per 1 Dolar Amerika Serikat.

"(Kenal irvanto?), Kenal. (Kenal kapan ?), 2012 . Dia datang ke kantor. Persisnya saya enggak ingat tapi awal-awal 2012. (Dia datang untuk apa?) Mau ketemu pimpinan. Tapi saya wakil pimpinan. Dia cerita mau barter dolar. Dia bilang mau tukar. Dia ada dolar di luar negeri dia mau tukar dia enggak mau tukar rupiah enggak mau di Indonesia. Dia tetap mau terima dolar di Jakarta, itu namanya barter," ucapnya saat ditanya Hakim di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/01).

Menurut Riswan, barter dolar itu merupakan hal yang lazim dilakukan oleh setiap perusahaan Money Changer dan perusahaannya sudah beberapa kali melakukan hal itu. Dia  tidak menaruh curiga kepada keponakan Setya Novanto tersebut sehingga tidak menanyakan alasan kenapa lebih memilih barter ketimbang menjual dolarnya.

Kata dia, karena perusahaannya tidak memiliki rekening di Singapura, akhirnya dia bekerja sama dengan PT Berkah Langgeng untuk urusan transfer tersebut melalui Komisaris PT Berkah Langgeng bernama Yuli Hira.  

"Saya minta tolong ke bu Yuli sesama money changer. Setelah itu saya bilang ke pak Irvanto bisa dengan perjanjian fee 100 rupiah per dollar. (Rekening siapa?) Saya enggak tahu. (Sebelumnya Irvanto tidak gunakan jasa anda?) Gunakan jasa saya, setelah itu saya bilang ini norek kalau sudah masuk baru kita bayar. (Lebih dari 1 rekeningnya?) Iya," ucapnya.

Sebelumnya, Dalam surat dakwaan, Novanto disebut menerima total penerimaan USD 7,3 juta. Uang itu disebut diterima Novanto melalui 2 orang yaitu Irvanto dan Made Oka Masagung.

Pemberian uang itu direalisasikan oleh Anang yang sumber dananya diambil dari bagian pembayaran PT Quadra Solution kepada Johannes Mariem melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia dengan cara mentransfer ke rekening Made oka Masagung di Singapura.

Johannes Marliem mengirimkan beberapa invoice kepada Anang sebagai dasar untuk pengiriman uang.
Sehingga seolah-olah pengiriman uang tersebut merupakan pembayaran PT Quadra solution kepada Biomorf Mauritius atau PT Biomorf Lone Indonesia.

Selanjutnya Johannes dan Anang mengirimkan uang kepada Novanto dengan terlebih dahulu disamarkan menggunakan beberapa nomor rekening perusahaan dan money changer baik di dalam maupun di luar negeri. Uang tersebut diterima Novanto melalui Made oka Masagung seluruhnya berjumlah USD 3,8 juta dengan perincian diterima melalui rekening OCBC.

Lalu uang sejumlah USD 1,8 juta dikirim melalui rekening Delta Energy.  Kemudian, diterima Novanto melalui ponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada 19 Januari 2012-19 Februari 2012 seluruhnya berjumlah USD 3,5 juta. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.