Debat pertama Pilkada Jakarta. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Lembaga survei Poltracking menyatakan ketiga cagub-cawagub DKI Jakarta memiliki elektabilitas yang sama-sama kuat, dengan selisih sangat tipis. Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menyatakan elektabilitas Agus-Sylvi mencapai 30,25 persen, Ahok-Djarot 28, 88 persen, dan Anies-Sandi 28,63 persen. Sementara swing voters mencapai 12,24 persen. Angka ini masih masuk dalam margin error 3,46 persen, sehingga secara statistik tidak ada yang unggul.

Hanta menjelaskan ketiga calon disukai berdasarkan tiga kualitas berbeda.

"Keunggulan pasangan Agus di aspek menarik dan ganteng. Ini datanya begini," paparnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/1/2017) siang.

"Kemudian keunggulan Basuki di aspek tegas, lalu Anies Baswedan di pintar dan berwawasan," tambahnya lagi.

Hanta menjelaskan, secara tren, elektabilitas Agus-Sylvi tetap naik meski melambat, Ahok-Djarot naik setelah sempat turun, dan Anies-Sandi naik secara signifikan.

Selain itu, pemilih mayoritas masing-masing calon memiliki karakter berbeda. Agus didominasi pemilih psikologis (berdasarkan sifat), Ahok pemilih rasional (berdasarkan program), dan Anies pemilih sosiologis (berdasarkan suku dan agama).

Survei ini menggunakan 800 sample dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan pada 9-13 Januari dan selesai sebelum debat dilakukan Jumat malam.

Program Kerja

Lembaga survei Poltracking mengungkap dalam debat Pilkada DKI kemarin, pasangan Ahok-Djarot dianggap paling menguasai masalah dan punya program kerja terbaik, sementara Anies-Sandi dianggap paling bagus berkomunikasi. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan 9-13 Januari kemarin.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menjelaskan penilaian itu berlaku baik pada Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Kata dia, performa cagub-cawagub juga menjelaskan tentang karakteristik pemilihnya.

"Jadi cara berkomunikasi ini biasanya adalah pemilih psikologis, kalau pemilih rasional memilih penguasaan masalah dan program kerja," jelasnya dalam rilis hasil survei di Jakarta, Kamis (17/1/2017) sore.

"Itu karakter pemilih kira-kira, jika dibagi tiga karakter pemilih," terangnya lagi.

Sementara itu, pasangan Agus-Sylvi selalu mendapatkan angka terkecil, baik dalam aspek cara berkomunikasi, penguasaan masalah, dan program kerja.

Survei itu juga menyatakan bahwa sebanyak 72,87 persen responden menyatakan performa debat akan berpengaruh dalam pilihan saat pencoblosan.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!