Presiden Jokowi Kabulkan Grasi Antasari Azhar

Presiden Joko Widodo mengabulkan permohonan grasi Antasari Azhar.

Rabu, 25 Jan 2017 11:16 WIB

Antasari Azhar, bekas Ketua KPK, mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengabulkan permohonan grasi Antasari Azhar. Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo, mengatakan Keputusan Presiden (Keppres) grasi tersebut, diteken dan dikirim ke Pengadilan Negeri Selatan pada Senin (23/1/2017) lalu. Alasannya, kata Johan Budi, karena adanya pertimbangan Mahkamah Agung yang disampaikan ke Presiden.

"Di dalam Keppres itu isinya mengurangi hukuman Antasari sebanyak enam tahun," kata Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo, kepada KBR lewat SMS.

Tepat pada Hari Pahlawan 10 November 2016, Antasari bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga dari masa hukumannya.

Anatsari Azhar adalah terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen pada 2009 lalu. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum 18 tahun penjara. Pada 2011 Antasari mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kasusnya, tapi ditolak karena bukti yang diajukan dianggap tida tepat.

Sejak ditahan dari 2010, bekas Ketua KPK itu mendapat remisi 4,5 tahun penjara. Meski telah keluar dari jeruji besi, Antasari masih diwajibkan melapor sebulan sekali di Lembaga Pemasyarakat Kelas 1 Dewasa Pria Tangerang. Antasari baru dinyatakan bebas sepenuhnya pada 2022.

Antasari kemudian mengajukan grasi atas dugaan rekayasa dalam proses penyidikan, penuntutan dan persidangannya. Selain grasi, pria berkumis ini juga mengajukan permohonan amnesti kepada DPR.

Baca juga:
Polisi Harus Usut SMS Gelap kepada Nasrudin
Antasari Bakal laporkan RS Mayapada ke Polisi





Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.