Pemerintah Selidiki Insiden Wings Air Mendarat Darurat di Palu

Menurut Kementerian Perhubungan penyelidikan tersebut tidak akan berujung sanksi kepada Wings Air.

Minggu, 15 Jan 2017 19:04 WIB

Petugas mendorong tangga di dekat pesawat Wings Air yang diduga mengalami gangguan mesin terparkir di Bandara Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/1). Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyelidiki prosedur standar operasional (SOP) pilot Wings Air, terkait insiden pendaratan pesawat secara darurat pada Sabtu lalu (14/01/2017). Menurut juru bicara Kemenhub, Bambang S Ervan, penyelidikan tersebut bertujuan untuk melihat perlu tidaknya  perbaikan  manajemen atau mesin pesawat milik Wings Air. Meski demikian, kata dia, penyelidikan tersebut tidak akan berujung sanksi kepada Wings Air.

"Tiap ada kejadian kita lakukan investigasi internal yang dilakukan yang dilakukan inspektur penerbangan dari direktorat Kelayakan Penerbangan, itu untuk melihat prosedur yang dilakukan pilot melakukan operasi penerbangannya. Dari situlah biasanya di ambil Corrective Action,"ujarnya.

Pendaratan darurat pesawat Wings Air  dengan nomor penerbangan IW 1156 tujuan Palu - Luwuk, kata Bambang dikarenakan masalah mesin. Menurut Juru Bicara Kemenhub, Bambang S Ervan, laporan yang diterima Kemenhub dari pihak Wings Air menyebut Pilot in Comand (PIC) menyala. Itu artinya ada indikator yang salah dalam mesin pesawat.

Saat itu, pesawat yang dipiloti Djoko Sriyono terpaksa mengembalikan arah pesawat dan mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Namun, Bambang belum bisa memastikan apakah memang sudah ada percikaan api pada baling-baling pesawat sebelah kanan. Dia pun meminta masyarakat untuk menunggu penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)

"KNKT sudah menyelidiki, kita tunggu hasilnya. Sementara yang dilaporkan itu adalah masalah mesin engine problems. Tidak menyatakan bahwa itu terbakar. Nanti hasil penyelidikan, internal antara perusahaan yang dibantu pabrikan, bersama KNKT, itu nanti akan ketahuan ada tanda-tanda bahwa pesawat itu terbakar," ungkapnya kepada KBR, Minggu (15/1/2017).

Baca: Terbukti Mabuk, Izin Pilot Citilink Bakal Dicabut

Pesawat yang membawa 64 penumpang itu lepas landas pada Sabtu sekitar pukul 06.05 WITA dari Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu menuju Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.  Pada bagian mesin yang berada di sayap sebelah kanan meledak dan mengeluarkan percikan api. Semua penumpang selamat.

Direktur Lion Group Edward Sirait menklaim penumpang telah menguangkan tiket, dan penjadwalan ulang keberangkatan. Penumpang juga sudah ada yang diterbangkan dengan Batik Air serta Lion Air.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.