Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi Masjid Al-Fauz, Ini Penjelasan Sylviana

"Saya tidak kembali lagi jadi Wali Kota, tapi langsung diangkat menjadi Asisten Pemerintahan pada bulan Oktober persis usai dari Lemhanas."

Senin, 30 Jan 2017 17:02 WIB

Penyidik Bareskrim Polri melihat kondisi bangunan Masjid Al-Fauz di Komplek kantor Walikota Jakarta Pusat, Senin (16/1). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Bekas Wali Kota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, diperiksa Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri selama tujuh jam. Ia diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi pembangunan Masjid Al-Fauz.

Sylviana mengaku tidak bertanggung jawab atas proses pembangunan masjid yang berada di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat tersebut. Ia hanya terlibat dalam perencanaan pembangunannya saja.

"Di kantor Wali Kota Jakarta Pusat (masjid Al-Fauz) memang dibangun pada 2010. Pada saat itu saya sedang mengikuti pendidikan Lemhannas selama sembilan bulan. Setelah itu saya tidak kembali lagi jadi Wali Kota, tapi langsung diangkat menjadi Asisten Pemerintahan pada bulan Oktober  persis usai dari Lemhanas. Jadi saya sampaikan apa adanya," kata Sylviana usai pemeriksaan di lantai 2 Gedung Ombudsman RI, Senin (30/01/17).

Sylviana mengatakan, masjid dua lantai tersebut dibangun menggunakan dana anggaran pendapatan daerah (APBD) 2010. Namun ia tidak mengikuti proses pembangunannya karena ditugaskan di lembaga lain.

"Pasti ada unit teknis yang menjadi pengawas," ujarnya.

Sylviana mengaku tidak tahu-menahu mengenai adanya ketidaksesuaian spesifikasi bangunan dan nilai kontrak. Menurutnya, temuan Penyidik Dittipikor Bareskrim tersebut merupakan teknis pelaksanaan.

"Yang dipertanyakan kan pelaksanannya, sedangkan teknisnya pada saat itu saya sedang Lemhanas," tegasnya.

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa lebih dari 20 saksi. Selain itu, penyidik juga telah melakukan cek fisik di masjid dua lantai tersebut. Hasilnya, penyidik menilai ada ketidaksesuaian spesifikasi bangunan dengan nilai kontrak.

Atas dasar itu, penyidik menemukan adanya unsur pidana dalam pembangunan masjid Al Fauz. Pembangunan masjid ini udah dimulai ketika Sylviana Murni menjabat Wali Kota Jakarta Pusat.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau