Kapal Zahro Express Terbakar, Ini Data Awal KNKT

Data awalan tersebut berasal dari wawancara KNKT dengan korban dan awak kapal yang selamat.

Minggu, 01 Jan 2017 19:04 WIB

Petugas gabungan mengangkat kantong jenazah korban kebakaran kapal motor Zahro Express di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Minggu (1/1). Foto: Antara

KBR, Jakarta - Data awal penyelidikan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menyebut penyebab terbakarnya kapal Zahro Express di perairan Muara Angke karena korsleting listrik di ruang mesin kapal. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahyono mengatakan, hal itu berdasarkan keterangan dari korban selamat dan beberapa orang ABK Kapal.

Meski demikian, KNKT akan terus melakukan pendalaman penyelidikan terkait penyebab terbakarnya kapal tersebut.

"Tadi saya sudah sempat mewawancarai beberapa penumpang yang selamat dan ABK. Sumber api berasal dari ruangan mesin yang berada di depan. Lalu dengan cepatnya menjalar ke semua badan kapal. Ini akan kita jadikan data awal kita untuk kemudian ada rekomendasi keseluruhan nantinya. Kita membutuhkan sekitar 2 hingga 3 bulan kurang lebih untuk mendapatkan laporan pasti, semoga bisa lebih cepat," ucapnya di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1).

Menurutnya, KNKT akan menurunkan tim secara utuh besok hari. Tim ini nantinya bakal memeriksa langsung bangkai kapal yang saat ini sudah berada di dermaga Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

"Saat ini kebetulan tim sedang bertugas juga di wilayah Ternate dengan kasus yang sama. Kemungkinan baru besok merapat kapal kita. Nanti tim bakal periksa kapal kemungkinan bakal mengangkat kapal juga bisa kita lakukan," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga bakal memastikan soal berapa jumlah pasti penumpang yang saat itu berada di kapal sebelum terbakar. Kata dia ada keterangan jumlah penumpang yang berbeda antara keterangan dari group penyelamat dengan data resmi yang tercatat di Pelabuhan Kali Adem. Hanya saja dia memastikan bahwa kapal tersebut tidak kelebihan penumpang.

"Data dari pelabuhan hanya seratusan orang. Tapi kita sudah tahu semua kalau semua penumpang baik yang selamat maupun yang meninggal ada sekitar 200 an lebih. Ini harus kita selidiki supaya nanti jelas siapa yang bertanggung jawab soal ini," tambahnya.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Majelis Hakim Putus Bebas Terdakwa Kasus UU ITE, Baiq Nuril Menangis Haru

  • Dilaporkan Polisi, Novel Baswedan Tertawa
  • DPR dan Pemerintah Sepakati Pasal Penyadapan dalam RUU Terorisme
  • Bela Negara Akan Masuk ke Orientasi Mahasiwa Baru

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.