Kapal TKI Tenggelam di Johor Bahru, 14 Jenazah Ditemukan

Kementerian Luar Negeri belum akan memulangkan jenazah TKI yang tenggelam di perairan Ranjung Leman Mersing, Johor Bahri, Malaysia.

Rabu, 25 Jan 2017 11:56 WIB

TKI korban tenggelam di Batam. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri belum akan memulangkan jenazah TKI yang tenggelam di perairan Ranjung Leman Mersing, Johor Bahri, Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan hingga kini pihaknya baru bisa mengidentifikasi empat jenazah dari 14 yang ditemukan. Sementara sisanya, masih diidentifikasi. Sehingga, seluruh jenazah akan dipulangkan sekaligus, setelah hasil identifikasi tersebut rampung.

"Kami akan menunggu dulu proses identifikasi selesai semua baru nanti dipulangkan. Sebab kita masih belum mengetahui apakah di antara mereka itu ada yang satu keluarga, berangkat bersama, atau memiliki hubungan kekerabatan. Sehingga akan lebih baik apabila kami pulangkan bersama-sama nantinya," kata Iqbal melalui sambungan telepon kepada KBR, Rabu (25/1/2017).

Baca juga: Pemulangan TKI Murah Merugikan Pekerja Migran

Selain itu, Iqbal menambahkan, dari sebagian yang selamat beberapa di antaranya melarikan diri. "Mereka ini kan ilegal ya. Mungkin karena mereka takut atau bagaimana, makanya melarikan diri."

Pihak KJRI Johor Bahru, kata Iqbal, terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan Malaysia.

Informasi soal tenggelamnya kapal pengangkut tenaga kerja migran ilegal tersebut diterima oleh MRSC Johor. Mereka telah menerima laporan dari masyarakat setempat tentang adanya sebuah perahu yang karam dan menemukan beberapa jenazah, yang terdampar di pantai perairan Tanjung Leman Mersing, Johor, yang berjarak 90 kilometer dari Johor Bahru Malaysia.




Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.