Jokowi Undercover, Bareskrim Periksa Pelapor dan Tersangka

"Isi buku tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Isinya diambil dari medsos dan sumber ngga jelas, kemudian dicocokkan dan disimpulkan sendiri,"

Selasa, 03 Jan 2017 14:51 WIB


KBR, Jakarta- Penyidik Bareskrim Polri  memeriksa secara intensif tersangka dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berbau SARA, Bambang Tri Mulyono, selaku penulis buku Jokowi Undercover. Juru bicara Polri, Rikwanto mengatakan, Bambang mencetak buku itu sendiri dan dijual melalui akun facebooknya.

Kata Rikwanto Kepolisian masih menelusuri  tempat percetakan tersebut.

"Ia mencetak sendiri dan dipesankan melalui internet. Kita sedang lacak cetaknya di mana tepatnya. Kemudian dia mempromosikan bukunya lewat internet," kata Rikwanto di Mabes Polri, Selasa (03/01/12).

Hasil pemeriksaan sementara, Rikwanto menjelaskan, tersangka mengaku pernah menawarkan buku tersebut ke beberapa penerbit. Namun penerbit menolak karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Sore ini kita akan periksa lagi (tersangka) sudah berapa pemesan, siapa saja, tentu saja ada alamatnya," jelasnya.

Selain memeriksa tersangka, penyidik direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri juga memeriksa saksi dan juga ahli. Salah satunya saksi pelapor, Michael Bimo, yang melaporkan Bambang ke Bareskrim pada pertengahan Desember lalu.

Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, Bimo melaporkan Bambang Tri Mulyono selaku penulis buku Jokowi Undercover ke Bareskrim Polri pertengahan Desember tahun lalu.

"Saat ini ada seorang pelapor yang juga menguatkan fakta dan data yang diperoleh penyidik yakni sodara Bimo. Dia merupakan saksi yang menguatkan disamping temuan Penyidik yang sudah ada dari awal," kata Boy di Mabes Polri, Selasa (03/01/12).

Juru bicara Polri, Rikwanto menambahkan, laporan Bimo nanti akan disatukan dengan laporan tipe A hasil penyelidikan Polres Magelang dan Polda Jawa Tengah. Hasil penyelidikan itu telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

"Hasil penelitian Penyidik, isi buku tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Isinya diambil dari medsos dan sumber ngga jelas, kemudian dicocokkan dan disimpulkan sendiri," kata Rikwanto.
 
Di dalam bukunya, Bambang menuding Jokowi memalsukan data saat mengajukan diri sebagai calon presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bambang juga dinilai menyebarkan kebencian di kalangan pekerja pers karena menyebut Jokowi-JK menjadi pemimpin karena keberhasilan media melakukan kebohongan publik.

Ia juga menulis bahwa Michael Bimo adalah saudara kandung dari Presiden Jokowi. Tertulis pula bahwa Jokowi bukan anak kandung dari Ibu Sudjiatmi.

Bambang juga disangka menebarkan kebencian kepada keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal ia tidak memiliki pengetahuan tentang partai bergambar palu arit tersebut. Bambang juga menyebutkan informasi yang salah tentang PKI.

Tersangka Bambang dijerat pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik. Bambang juga dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal  penghinaan terhadap penguasa.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta