Jokowi Tanggapi Cuitan SBY Soal Hoax

Menurut Jokowi, hoax dan ujaran kebencian di media sosial merupakan dampak negatif dari era keterbukaan informasi.

Minggu, 22 Jan 2017 18:26 WIB

Masyarakat sipil dan penggiat media sosial yang tergabung dalam Masyarakat Anti Hoax Yojomase melakukan aksi damai saat sosialisasi dan deklarasi Masyarakat Anti Hoax di Titik Nol Kilometer, DI Yogyak

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menanggapi cuitan bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal banyaknya berita bohong atau hoax di media sosial. Menurut Jokowi, hoax dan ujaran kebencian di media sosial merupakan dampak negatif dari era keterbukaan informasi. Karena itu, kata dia, perlu ada budaya baru yang dibangun masyarakat dalam menyampaikan sesuatu di media sosial.

"Kita harus mulai membangun sebuah budaya baru, membangun sebuah nilai-nilai kesopanan dalam kita berucap dalam kita menyampaikan ujaran-ujaran di media sosial. Jangan menghasut, jangan memfitnah, jangan menyebarkan kabar bohong, jangan menyebarkan ujaran kebencian, itu yang selalu saya sampaikan di mana-mana kan. Saya kira kita berhadapan masalah keterbukaan ini kan seperti itu," ujar Presiden Joko Widodo usai mengikuti lomba panahan di Bogor, Minggu (22/1/2017)

Joko Widodo menambahkan, pemerintah akan menghadapi hasutan-hasutan serta ujaran kebencian terhadap pemerintah di media sosial.

"Kita hadapi, karena semua negara juga menghadapi. Tidak perlu banyak keluhan lah kalau saya," tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah akan terus bekerja meskipun banyak dibicarakan negatif di media sosial.  Pemerintah akan melibatkan masyarakat dalam menyelesaikan program-program pemerintah.

"Kalau saya bekerja itu selalu membangun sebuah optimisme, bekerja itu selalu mendorong masyarakat untuk bergerak lebih optimis," ungkapnya.

Baca juga: Nukman Luthfie: 'Nyebelin Memang, Tapi Kunci Melawan Hoax itu ya Edukasi, Literasi Media'


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.