Gubernur Jambi, Zumi Zola, sidak ke RSUD Raden Mattaher. Foto: Muhamad Usman/KBR


KBR, Jambi - Gubernur Jambi, Zumi Zola, melakukan sidak ke RSUD Raden Mattaher sekira pukul 01.00 dini hari. Ketika tiba di gedung perawatan, ia mendapati tempat perawat dan dokter jaga yang kosong. Rupanya, para perawat dan dokter tidur di kamar yang berada di dekat ruang jaga. Gubernur Zumi Zola pun langsung membangunkan perawat maupun dokter, kemudian menghardik.

Gubernur Zumi Zola mengatakan, dirinya kerap menerima aduan dari keluarga pasien yang tak menemukan perawat atau dokter saat pasien harus mengganti infus atau ketika kondisi memburuk di tengah malam.

“Ini menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Raden Mattaher. Keluhannya adalah jika sudah jam 12 lewat tengah malam, itu dihubungi tidak ada yang jaga. Seharusnya ada yang jaga. Karena orang sakit ini kan tidak mengenal waktu, keluhan jam berapa pun bisa terjadi," kata Gubernur Zumi Zola di RSUD Raden Mattaher, Jumat (20/1/2017).

"Sudah ada yang ditugaskan jaga, tapi sama-sama kita lihat tadi dia bawa teleponnya (bel penghubung dari pasien) ke dalam (kamar) supaya dia bisa tidur. Tidak dibenarkan seperti itu. Makanya saya marah, terutama di kelas 3,” sambungnya.

Zola kemudian melanjutkan sidaknya ke gedung perawatan jantung. Di sana, ruang jaga juga kosong. Dia lalu masuk ke kamar di belakang ruang jaga, tapi tak bisa karena pintu kamar dikunci dari dalam. Setelah berkali-kali digedor, akhirnya pintu dibuka. Begitu masuk, Zola menyaksikan para perawat dan dokter yang terbangun dan terkaget-kaget melihat kehadiran dirinya.

Ketika mendatangi ruang perawatan lainnya, para perawat dan dokter sudah ada di ruang jaga. “Ada pegawai rumah sakit yang memberi tahu para perawat dan dokter di ruang perawatan lainnya. Sidak bocor,” ujar salah seorang staf yang mengikuti Zumi Zola.

Gubernur Zumi Zola mengaku akan memberi sanksi kepada para perawat dan dokter yang ketahuan terlelap tidur saat didatangi.

“Yang pegawai negeri, termasuk dokternya, akan dipindah dari rumah sakit. Yang honorer, akan menyusul diberhentikan. Baru-baru ini kan kami sudah memberhentikan 59 honorer, mereka yang tidur akan menyusul,” katanya.

Sementara itu, pelaksana tugas Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Iwan Hendarawan, menyebut sebanyak 12 perawat dan dokter kedapatan tertidur pulas ketika disidak oleh Gubernur Jambi. “Sesuai perintah Pak Gubernur, mereka akan disanksi,” ujarnya singkat.

Iwan Hendtawan berjanji akan meningkatkan pelayanan rumah sakit agar para pasien mendapatkan perawatan yang lebih bagus.



 

Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!