FPI Demo Mabes, Minta 2 Kapolda Dipecat

Jadi kita juga sudah siapkan menerima perwakilan untuk bertemu dengan pejabat yang sudah ditunjuk melakukan audiensi,"

Senin, 16 Jan 2017 13:18 WIB

FPI berdemo di depan mabes Polri. (Gilang/KBR)

FPI berdemo di depan mabes Polri. (Gilang/KBR)


KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia menerima perwakilan  FPI yang berunjuk rasa di depan Markas Besar Polri, Jakarta Selatan. Kapolres Jaksel, Iwan Kurniawan mengatakan, perwakilan pendemo diterima untuk beraudiensi dengan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Rikwanto.

Kepolisian tidak bisa memenuhi keinginan pendemo untuk bertemu langsung dengan Kapolri Tito Karnavian. Kapolri saat ini sedang mengikuti rapat pimpinan Tentara Nasional Indonesia 2017 dan Perwira Tinggi Polri di Cilangkap, Jakarta Timur.

"Kebijakan kita dalam mengamankan unjuk rasa ini dengan mengedepankan persuasif dan humanis. Jadi kita juga sudah siapkan menerima perwakilan untuk bertemu dengan pejabat yang sudah ditunjuk melakukan audiensi," kata Iwan di Mabes Polri, Senin (16/01/17).

Aksi ribuan massa FPI ini dipimpin Muhammad Rizieq Shibah. Dalam orasinya Rizieq menuntut beberapa hal. Pertama, FPI meminta Kapolri Tito Karnavian mencopot Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan.

Rizieq menklaim, Anton melakukan pembiaran yang mengakibatkan terjadinya Insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap anggota FPI oleh LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Ia juga menuntut Kepolisian segera menangkap pelaku penyerangan dan penganiayaan tersebut.

Selain itu, pendemo juga menuntut Kapolda Metro Jaya M Iriawan untuk dicopot. Rizieq menuding, Iriawan   melakukan penghasutan kepada laskar FPI untuk menyerang massa HMI pada demo 4 November tahun lalu.

Menghadapi aksi FPI hari ini, Kepolisian menerjunkan sekitar 3000 personel gabungan dari Polri dan mendapat bantuan dari TNI.

"Personil sudah kami floating hari ini, jumlah personel menyesuaikan perkiraan ancaman dan kerawanan yang mungkin timbul. Kemudian Sarpras (sarana prasarana) pendukung dan peralatan sudah kami siapkan," kata Kapolres Jaksel, Iwan Kurniawan, Senin (16/1/2017).

"Kami berharap saudara-saudara kita dari FPI bisa melaksanakan unjuk rasa dengan tertib dan aman," tambahnya.

Iwan mengatakan, berdasarkan pemberitahuan unjuk rasa diberikan Laskar FPI jumlah massa yang akan turun sekitar 5 ribu orang. Massa berkumpul di lapangan Masjid Agung Al-Azhar sejak pagi.

"Mereka akan long march dari Masjid Agung Al-Azhar ke depan gedung Baharkam," ujarnya.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin Imam Besar FPI Habib Riziq Shibah dan Panglima Laskar FPI Munarman menuntut dua hal. FPI meminta Kapolri Tito Karnavian mencopot Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan. FPI menuding Anton melakukan pembiaran yang mengakibatkan terjadinya Insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap anggota FPI oleh LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Kedua, FPI menuntut Kepolisian segera menangkap pelaku penyerangan dan penganiayaan tersebut.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!