Ditolak Ormas, Kepolisian akan Jaga Pork Festival Semarang

"Lebaran ada festival masak opor, festival masak kupat, masak lontong, misalkan digugat sama orang-orang kelompok Imlek, kira-kira perasaan kita bagaimana?"

Jumat, 20 Jan 2017 17:03 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Semarang- Kepolisian tak akan melarang kegiatan kuliner Pork Festival. Kepala Kepolisian Kota Semarang,  Abiyoso Seno Aji   meminta kepada Forum Umat Islam Semarang (FUIS)  untuk menghormati warga  yang merayakan imlek. 

Sebelumnya pertemuan Polrestabes   dengan  FUIS batal dilakukan. Kedatangan FUIS untuk menolak Pork Festival yang diselenggarakan oleh salah satu pusat perbelanjaan, dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek.

"Nah kalo sekarang kita Bali, saya juga muslim, kalau misalkan itu ada kegiatan Imlek, katakan ada festival masakan babi, ya kan boleh-boleh saja. Kalau misalkan saya kembalikan, saya balik, kita menjelang lebaran ada festival masak opor, festival masak kupat, masak lontong, misalkan digugat sama orang-orang kelompok Imlek, kira-kira perasaan kita bagaimana?" Ujar Abi, Jumat (20/01).

Abiyoso  menambahkan,  akan membantu panitia penyelenggara untuk menjaga  kegiatan tersebut. Penjagaan dilakukan mengantisipasi jika nanti ada yang melakukan aksi sweeping. Pasalnya sebagaimana pada tahun lalu festival kuliner ini mengundang penolakan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!