Ayah Korban KM Zahro Express: Kita Sudah Ikhlas, Asal Jelas Keberadaannya

"Adik saya, sempat dapat pelampung dan terus memegangi anaknya yang kecil lalu mereka melompat ke air. Tapi suaminya dan dua orang anak perempuannya belum ada kabar sampai sekarang."

Senin, 02 Jan 2017 17:40 WIB

Frans Daniel, ayah George Christopher yang menjadi korban terbakarnya KM Zahro Express. Foto: Ade Irmansyah/KBR

KBR, Jakarta - Di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Yulianti bersama suaminya, sedari pagi datang sembari membawa surat-surat yang menunjukkan data diri dua keponakannya dan adik iparnya, Nurdin.

Pasalnya, Nurdin dan dua anaknya; Syifa (16) dan Nazwa (12) menjadi korban terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express pada Minggu pagi. Kapal tersebut rencananya bakal memboyong ratusan penumpang ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, untuk berlibur.

Tapi, baru satu mil berlayar, kapal yang ditumpangi Nurdin sekeluarga, memercikkan api kemudian menyambar ke tangki bahan bakar, lalu meledak. Seketika, ratusan penumpang panik. Nurdin akhirnya terpisah dari sang istri dan seorang putrinya.

Menurut perempuan berusia 48 tahun ini, istri Nurdin dan seorang anaknya berhasil menyelamatkan diri dengan pelampung. "Adik saya, sempat dapat pelampung dan terus memegangi anaknya yang kecil lalu mereka melompat ke air. Tapi suaminya dan dua orang anak perempuannya belum ada kabar sampai sekarang," ucapnya.

Yulianti pun masih ingat, sebelum kejadian nahas itu pula, Nurdin terlihat berbeda. "Hari itu memang ada yang aneh dengan sikap Nurdin. Dia yang biasanya banyak ngomong cerita kalau lagi ngumpul keluarga, malam itu tampak diam, pokoknya tidak seperti biasanya lah."

Kini, keberadaan Nurdin yang merupakan staf di Pusdiklat Batan, masih belum jelas. Sementara istri dan seorang putrinya tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Kata Yulianti, keduanya mengalami sedikit luka bakar dan trauma. Pasalnya, ibu dan anaknya ini sempat tenggelam setelah melompat dari kapal yang terbakar.

"Saya nggak bisa kasih lihat fotonya, tapi jelas lumayan mengkhawatirkan karena semalam dilakukan penindakan melubangi lehernya untuk bernafas dan dipasang alat-alat medis. Kalau anaknya yang ke tiga sudah dibolehkan pulang dan sekarang ada sama neneknya di Bogor," ucap Yulianti.

Di RS Polri Karamat Jati, Yulianti dan suami masih menyimpan harap, Nurdin dan dua anaknya ditemukan. "Adik saya sampai sekarang masih belum tahu kalau suami dan dua orang anaknya masih hilang," katanya lagi.



Menanti George Christopel

Tak jauh berbeda dengan Yulianti, Frans Daniel (65) juga sedang harap-harap cemas menanti kabar anaknya, George Christopher (26) yang juga salah seorang penumpang Kapal Motor (KM) Zahro Express.

Kata dia, George pergi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, bersama 60 orang teman kantornya dalam rangka acara perayaan ulang tahun tempat anaknya bekerja.

"Jadi malam itu dia tidak langsung pulang ke rumah, dia pergi karena ada acara gathering kantornya karena ulang tahun yang ke sembilan. Saya sudah tahu acara itu sejak lama, makanya saya izinkan," ucap Frans sambil menunjukkan foto anaknya di telepon genggamnya.

Hingga saat ini kata dia, baik petugas keamanan maupun dari kantor anaknya bekerja belum memberikan informasi apapun soal keberadaan anaknya. Bahkan menurut dia, keluarga mengetahui kalau George menjadi salah satu korban setelah melihat pemberitaan terbakarnya kapl Zahro Express yang merupakan satu-satunya moda transportasi ke Pulau tersebut dari televisi.

"Saya lihat berita di televisi sekitar jam 11-an. Setelah itu saya langsung ke Muara Angke dan melihat nama anak saya di daftar orang yang belum ditemukan keberadaannya. Jadi dari kemarin sampai sekarang belum ada informasi apapun soal anak saya," katanya.

Dia mengaku ikhlas apapun nasib anaknya. Yang dia inginkan saat ini adalah kabar pasti soal keberadaan anaknya baik dalam keadaan hidup atau sebaliknya. Meski begitu, dia tetap berharap anaknya selamat.

"Kita mah sudah ikhlas, terserah mau bagaimanapun keadaannya. Asal jelas keberadaannya. Saya sempat tanya-tanya dengan temannya yang sudah pada pulang, tapi informasinya simpang siur. Ada yang bilang nggak jauh sebenarnya posisinya sebelum terbakar, ada yang bilang anak saya malah sempat menyelamatkan orang dulu lah," katanya.

Hingga kini, masih belum diketahui penyebab utama terbakarnya kapal Zahro Express. Untuk sementara, Kementerian Perhubungan menduga penyebab terjadi kebakaran akibat korsleting listrik di ruang mesin.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 14.35 WIB, korban meninggal terbakarnya kapal Zahro Express 23 orang. Adapun korban luka-luka sebanyak 17 orang, penumpang hilang 17 orang, dan yang selamat 194 orang.




Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!