17 Jenazah Belum Teridentifikasi, DVI Rilis Barang Peninggalan Korban Kapal Zahro

"Dibantu disebar luaskan, sehingga dapat membantu keluarga untuk mengenali lebih cepat korban. Dengan foto-foto tersebut akan lebih cepat membantu proses indentifikasi,"

Selasa, 03 Jan 2017 13:12 WIB

Barang peninggalan korban kapal Zahro Express yang terbakar. (Foto: KBR/Ade I.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Tim Disaster Victim  Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Kramat Kati merilis gambar sejumlah barang yang masih menempel pada tubuh 17 jenazah korban terbakarnya Kapal Zahro Express. Keseluruhan jenazah itu  belum teridentifikasi identitasnya.

Juru Bicara Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Luh Ike mengatakan, sejumlah barang tersebut di antaranya potongan pakaian baik luar maupun dalam, perhiasan seperti cincin dan gelang serta sejumlah jam tangan.

Dia berharap, dengan dirilisnya sejumlah barang tersebut dapat mempermudah keluarga korban untuk mengenali jenazah anggota keluarganya yang sebagian besar mengalami luka bakar.

"Sisa jenazahkan masih ada 17. Oleh karena itu saya harapkan ini oleh media dibantu disebar luaskan, sehingga dapat membantu keluarga untuk mengenali lebih cepat korban. Dengan foto-foto tersebut akan lebih cepat membantu proses indentifikasi," ujarnya kepada wartawan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (03/10).

Kata dia, apabila ada keluarga korban yang mengenali sejumlah barang tersebut, diharapkan untuk segera melapor ke petugas DVI atau petugas posko yang telah disediakan. Proses selanjutnya kata dia bakal ada pencocokan keterangan keluarga dengan data dokumen yang telah ada sebelumnya sehingga serah terima jenazah bisa segera dilakukan kepada keluarga.

"Keterangan itu akan kita gabungkan dengan data yang sudah ada di kami. Nanti beberapa data yang kira-kita sudah valid akan kita laporkan kepada staf yang lain untuk rekonsiliasi agar segera dilakukan penyerahan," ucapnya.

Sebelumnya, hari kedua proses identifikasi korban tragedi terbakarnya Kapal Zahro Express di daerah Kepulauan Seribu hari minggu lalu masih berlangsung hingga saat ini.

Setelah kemarin 3 dari 20 korban meninggal dunia akibat terbakar sudah teridentifikasi dan dikembalikan kepada keluarganya masing-masing. Tersisa 17 jenazah lagi yang belum teridentifikasi yang saat ini masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hingga siang ini, sejumlah keluarga korban yang belum mendapatkan informasi apapun tentang keberadaan anggota keluarganya sudah berdatangan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, sejak pagi tadi. Mereka menanti diruang tunggu posko korban yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit sejak kemarin.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.