Bus Khusus Kaum Difabel

Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan dua bus yang dilengkapi fasilitas untuk penyandang difabel. Bus ini adalah hibah dari pemerintah karena kota Surakarta pernah menjadi tuan rumah ASEAN Paragames atau kompetisi olahraga untuk para penyandang Difabel.

Kamis, 05 Des 2013 14:36 WIB

Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan dua bus yang dilengkapi fasilitas untuk penyandang difabel.  Bus ini adalah hibah dari pemerintah karena kota Surakarta pernah menjadi tuan rumah ASEAN Paragames atau kompetisi olahraga untuk para penyandang Difabel.

Masing-masing bus tersebut berkapasitas sekitar 40-an penumpang. Di bagian depan ada deretan 10 kursi kemudian di bagian tengah ada 10 sabuk pengaman tanpa  untuk penumpang berkursi roda. Sementara, bagian belakang deretan 10 kursi untuk penyandang tunanetra dan tunarungu.

Dua bus tersebut dilengkapi lempengan besi di pintu masuk bus dan deretan sabuk pengaman tanpa kursi untuk penumpang berkursi roda. Bus tersebut belum dilengkapi fasilitas huruf braille penunjuk kursi dan rekaman suara penunjuk lokasi pemberhentian bagi penyadang tunanetra dan lainnya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.