Auschwitz, Rekaman Sejarah Kejahatan NAZI Jerman

Auschwitz menjadi tempat bersejarah yang paling kelam di Selatan Polandia, yang berjarak 1,5 jam dari kota Krakow. Di Kamp Konsentrasi peninggalan Nazi Jerman ini, jutaan warga Yahudi, bekas tahanan politik Polandia dan Rusia dibantai dengan sangat sadis.

Kamis, 05 Des 2013 13:33 WIB

Auschwitz menjadi tempat bersejarah yang paling kelam di Selatan Polandia, yang berjarak 1,5 jam dari kota Krakow. Di Kamp Konsentrasi peninggalan Nazi Jerman ini, jutaan warga Yahudi, bekas tahanan politik Polandia dan Rusia dibantai dengan sangat sadis. Mereka ditembak mati, di gantung, disekap di kamar gas dan juga di bakar (Kremasi). Jumlah persis korban pembantaian (Holocoust) di sana pun masih simpang siur. Beberapa penelitian menyebutkan jumlah korban tewas di Auschwitz mencapai 3 – 4 juta jiwa. Di penjara ini, ada slogan “Arbeit Macht Frei” yang dituliskan di pagar pintu masuk. Slogan yang artinya “Bekerja maka akan merdeka”  digunakan untuk mengelabui para tahanan Yahudi. Para tahanan diperbudak untuk membuat senjata dan kebutuhan perang lainnya. Pada kenyataannya, mereka semua tahanan dibunuh dengan gas untuk kemudian dikremasi.


Klik untuk membaca artikel selengkapnya...

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.