Ritual Adat Seblang di Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) digelar pada Sabtu, 22 November 2014. BEC kali ini mengusung tema Tari Seblang.

Senin, 24 Nov 2014 16:51 WIB

KBR, Banyuwangi – Akhir pekan lalu, berbagai ajang untuk mempromosikan pariwisata kembali dihelat di Banyuwangi, Jawa Timur. Ada dua agenda besar, yaitu Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu (sepuluh ribu). Acara yang dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia, Robert O Blake Jr, dan beberapa pelaku industri kreatif  untuk menyemarakkan beragam ajang promosi pariwisata di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu.

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) digelar pada Sabtu, 22 November 2014. BEC kali ini mengusung tema Tari Seblang. Tari ini merupakan tarian ritual tertua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat. Tradisi ritual Suku Using (masyarakat asli Banyuwangi) ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi ”trance”, kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.


Foto: Hermawan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.