Pak Udin dan Kuda Kehidupannya

Kisah penjual kuda kayu di BSD.

Minggu, 16 Nov 2014 01:19 WIB

Perkenalkan, nama saya Udin. Asli Ciawi Bogor. Sudah puluhan tahun jualan kuda-kudaan kayu. Biasanya saya keliling di sekitar BSD, Pamulang. Daerah Tangeranglah. Saya tidak bikin sendiri. Saya ambil barang di juragan di Bogor. Tiap kuda saya nyetor 30 ribu. Saya jual 55 ribu. Lumayanlah untung 25 ribu.


Saya berangkat kerja dari Ciawi jam 9 pagi. Naik truk bayar 15 ribu. Berhenti di Taman Tekno Tangerang. Perjalanan kalau cepat cuma setengah jam. Kalau macet bisa 4 jam. Sekali jalan saya bawa 10 kuda-kudaan.


Sampai di Tangerang saya jalan kaki keliling. Sampai malam. Lumayanlah. Kadang laku sampai 8 kuda. Kadang 6. Terserah Allah-lah mau laku berapa. Kalau sudah malam saya nginap dan tidur di musholla-nya Pak Haji. Di Pamulang sana.


Foto: Eko Sulistyanto 



Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.