Rasulan di Gunungkidul, Ucap Syukur atas Hasil Panen

Selasa, 27 Agus 2013 16:36 WIB

Bagi warga desa Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, mengucap syukur atas hasil panen diwujudkan dengan Rasulan, tradisi yang masih bertahan hingga saat ini. Rasulan atau disebut bersih desa ini juga masih dilestarikan di desa lain.  Perayaan atas hasil panen dan  memohon agar pada tahun-tahun mendatang  warga tetap makmur, selamat dan tenteram.

Upacara adat turun temurun ini dimeriahkan dengan beragam kesenian mulai dari reog, jathilan, kirab budaya, ketoprak dan puncaknya adalah pagelaran wayang semalam suntuk. 

Tak ketinggalan, masakan khas Rasulan dihidangkan, ada  nasi uduk, rempeyek, srundeg, gudheg  dan ingkung.   Kebersamaan antar warga juga terjalin erat, ketika bertukar hidangan atau disebut dengan istilah "weweh".   Tak hanya itu, pintu rumah juga terbuka bagi teman dan saudara yang berkunjung untuk menikmati menu makanan yang disediakan di hari istimewa tersebut.

Inilah wujud syukur berbalut seni budaya yang masih mengakar di pelosok-pelosok desa di negeri ini. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Novel Kembali ke Tanah Air, Eks Ketua KPK: Masih Layak Menjabat Sebagai Penyidik

  • Kembali Ke Indonesia, Novel Akan Tetap Jadi Penyidik KPK
  • 41 Tahun Patok Batas Antar Negara Di Perbatasna Kecamatan Lumbis Tak Pernak Di Periksa
  • Mengancam Kebebasan Pers, Duterte Di Kecam

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.