LIVE STREAMING

Menikmati Roma

Selasa, 02/07/2013 18:25 WIB

Roma adalah kota abadi – the Eternal City, salah satu kota tertua di Eropa yang memulai peradabannya sejak lebih dari 2,500 tahun lampau. Ia menjadi saksi sejarah berdirinya Kerajaan Romawi kuno, Republik Romawi hingga Kekaisaran Romawi. Dunia mengakui Roma sebagai salah satu tempat lahirnya peradaban Barat. 


Dan jejak peradaban awal itu, masih terjaga utuh. Berjalan menelusuri gang-gang kecil di Roma, memandangi gedung-gedung dengan arsitektur khas, bakal membawa kita kembali ke masa silam, pada sebuah kehidupan berabad-abad lalu. Inilah Roma, bukan Italia (yang hanya berumur 150 tahun sebagai negara Republik), karena kerajaan Romawi jauh lebih besar daripada itu.


Suatu kali pernah terdengar orang bicara, betapa mudah menjadi orang Roma. Semua tinggal dipetik. Semua siap dinikmati. Tapi tidak, Roma tidak dibangun dalam waktu semalam. Melestarikan semua yang indah ini tidaklah mudah. Hanya mereka yang mengerti dan mencintai, mampu menghargai dan melestarikan warisan budaya yang begitu agung.


Roma dengan letaknya yang strategis tidak jauh dari laut, membuat 4 musim berlalu dengan cepat. Musim dingin salju tak kunjung datang. Dan ketika musim panas tiba, penduduknya dengan senang hati berlari ke pantai, bermain di lautan meninggalkan kota dan hiruk-pikuknya. 

Tak usah heran kalau melihat kota Roma tampak relatif sepi di musim panas. Hanya segelintir penduduk setempat yang bertahan di kota, karena musim libur harus dinikmati keluar kota. Sebaliknya bagi orang asing, inilah saat yang tepat menikmati kota tanpa polusi dan kemacetan.


Selengkapnya klik Menyusuri Roma, Menapak Jejak Peradaban Barat


Foto-foto: Lucky Indah Ciptanni


*Lucky Indah Ciptanni, tourist guide, tinggal di Roma


Editor: Heru Hendratmoko


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!