Festival Sarongge: Peralihan dari Desa Konservasi Menjadi Desa Wisata

Festival Sarongge yang berlangsung Sabtu 29 Juni hingga Senin 1 Juli 2013 dibuka oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Festival ini juga mengajak pendengar Green Radio di Jakarta dan sekitarnya untuk menikmati keindahan alam desa Sarongge yang terletak

Selasa, 02 Jul 2013 15:47 WIB

Festival Sarongge yang berlangsung Sabtu 29 Juni hingga Senin 1 Juli 2013 dibuka oleh  Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Festival ini juga mengajak pendengar Green Radio di Jakarta dan sekitarnya untuk menikmati keindahan alam desa Sarongge yang terletak di daerah Cianjur, Jawa Barat.

Ada sekitar 300 orang yang mendaftar untuk mengikuti Festival ini. Panitia sudah menyiapkan sejumlah agenda bagi “pendatang baru” di desa Sarongge tersebut. Bukan hanya paket bermalam di camping ground, sejumlah kegiatan lain seperti seni budaya, pameran hasil pertanian dan kuliner, adopsi pohon dan wayang golek digelar dari malam hingga pagi hari.

Warga setempat juga terlibat langsung dalam Festival Sarongge ini antara lain dengan membuka tempat tinggal mereka sebagai homestay kepada peserta Festival. Wisata ke desa Sarongge ini biasa disebut sebagai ekowisata alias wisata alam.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, wisata alam mulai digemari oleh wisatawan lokal dan juga mancanegara.

“Warga Jakarta yang selama lima hari kerja kemudian penat bisa berkunjung ke tempat ini dengan menawarkan pengalaman baru. Karena sekarang orang cari yang lain, tidak melulu ke mal atau tempat hiburan. Mereka ingin menikmati alam yang asri dan dingin, seperti di Sarongge ini dan jarak tempuh dari Jakarta ke Sarongge cukup dekat dan acara seperti ini akan digelar tiap tahunnya,” ujar Zulkifli.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu mengatakan, wisatawan dari mancanegara dan juga lokal mulai tertarik untuk melakukan wisata lingkungan hidup atau ekowisata. Dia mengatakan, wisatawan tidak lagi hanya menginginkan wisata belanja serta tinggal di hotel yang mewah. Menurut dia, wisata yang mulai banyak dicari adalah wisata yang bisa memberikan pengalaman yang menarik serta sehat. Semua hal tersebut bisa didapat melalui ekowisata.

Karena itu, desa wisata seperti desa Sarongge harus dikelola dengan berkelanjutan sehingga ekowisata bisa tetap memberikan manfaat kepada warga sekitar.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Ombudsman Temukan Maladministrasi dalam Kasus Beras PT IBU

  • Amnesty Indonesia Desak DPR Kaji Ulang Pelibatan TNI di Papua
  • Penahanan Setnov Tak Pengaruhi Dukungan Golkar ke Jokowi
  • Aliansi Buruh Jabar Desak Gubernur Batalkan Penetapan Upah Minimum