LIVE STREAMING

Lagi, Gambut di Riau Terbakar

Sabtu, 18/06/2016 12:00 WIB

KBR – Pukul 6 pagi, perjalanan dimulai Tim Green Radio Pekanbaru dari Kota Pekanbaru menuju ke Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Sebelumnya ada informasi kalau terjadia kebakaran lahan di areal konsesi PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Dengan kendaraan minibus, perjalanan dimulai dengan satu tim yang terdiri dari 6 orang. Perjalanan berlangsung selama 4 jam. Jelang masuk lahan perusahaan, jalan yang ditempuh berupa jalan tanah dan kerikil.

Kendaraan hanya bisa melaju sampai sekitar 4 kilometer dari areal lahan yang terbakar. Untuk sampai ke lokasi lahan, kami harus berjalan kaki menempuh jalan setapak lebih kurang satu jam perjalanan. Jalan yang ditempuh cukup menantang: melewati tanah gambut yang berlumpur. Selama berjalan kaki, kami melintasi lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang yang tampak mulai mengering. Sesekali kami juga melintasi kayu yang melintang sisa kebakaran lahan tahun sebelumnya dan harus menyeberangi beberapa kanal yang dibangun oleh perusahaan di lahan tersebut.

Menjelang sampai ke lahan yang terbakar, tim melintasi barak petugas pemadam kebakaran yang ditugaskan oleh PT SSS. Barak tersebut hanya beralaskan tikar dan beratapkan terpal biru yang diikatkan pada pohon-pohon di sekitarnya. Menurut salah seorang petugas yang kami jumpai, mereka telah mendiami  barak tersebut selama 8 hari, semenjak lahan yang berada dalam konsesi perusahaan tersebut terbakar. Para petugas itu juga menawarkan makan siang yang baru saja selesai mereka masak pada kami. Namun karena sedang berpuasa, kami menolak tawaran ramah dari para karyawan perusahaan yang ditugaskan memadamkan api tersebut. Dari barak petugas ini, kami sudah dapat melihat bekas kebakaran yang memang letaknya tidak jauh dari barak tersebut.

Sesampainya di lokasi kebakaran, kami melihat lebih kurang 30 hektar lahan kosong terlihat begitu gersang. Banyak kayu yang hangus terbakar, sementara di beberapa titik juga masih terlihat asap yang mengepul. Kami berkeliling di areal tersebut mengamati keadaan di sekitar. Salah satu tim menemukan seekor ular yang hangus terbakar dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan. Ular ini diduga terjebak dalam kebakaran beberapa hari lalu – berdasarkan pantauan udara, kebakaran itu terlihat sangat besar. Bukan hanya satu, tapi kami menjumpai beberapa satwa melata yang hangus terbakar di lahan tersebut.

Dua buah pesawat dan satu buah helikopter yang bertugas memadamkan api dengan water bombing tampak melintas di atas lahan yang terbakar ini. Kami berkesempatan mengabadikan momen saat pesawat dan helikopter menjatuhkan air di atas lahan tersebut. Meskipun sudah disiram beberapa kali, namun api sisa kebakaran tersebut tampak belum sepenuhnya padam, karena masih terlihat asap yang mengepul.

Di lokasi, kami juga menjumpai tim pemadam yang masih bekerja memadamkan bara api sisa kebakaran hebat beberapa hari yang lalu dengan menggunakan peralatan seadanya, yaitu sebuah mesin air dengan selang panjang. Sumber air memang tidak sulit karena di lokasi terdapat kanal yang masih dipenuhi air. Para pemadam kebakaran ini adalah kayawan PT SSS yang sudah lebih dari satu minggu ini ditugaskan memadamkan api. Berdasarkan pengakuan dari salah seorang yang bertugas, mereka akan tetap berada di lokasi sampai api benar-benar padam.

Baca juga: 30 Hektar Lahan PT SSS Terbakar, Warga Pekanbaru: Kami Trauma

Pukul 14.00 siang kami meninggalkan lokasi. Kembali kami harus berjalan kaki melintasi lahan gambut yang baru saja terbakar. Cuaca panas cukup membuat kami kewalahan. Setelah berjalan lebih kurang satu jam, kamipun sampai di lokasi parkir kendaraan. Kemudian kami lanjutkan perjalanan pulang ke Pekanbaru. Menjelang berbuka puasa, tim tiba di Kota Pekanbaru dengan selamat. (cit) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!