Caving Goa Petruk dan Goa Liyah

Goa Petruk dan Goa Liyah masuk dalam Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Secara administratif terletak di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Goanya masih sangat alami tak ada p

Jumat, 06 Jun 2014 17:09 WIB

Goa Petruk dan Goa Liyah masuk dalam Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Secara administratif terletak di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Goanya masih sangat alami tak ada penerangan sama sekali di dalamnya. Goa yang menyimpan banyak ornamen-ornamen berupa stalagtit, stalagmit dan flowstone yang akan terus dijaga kealamiannya. Goa Petruk adalah goa horizontal sedalam 644 meter. Penamaan Goa Petruk itu sendiri diambil dari nama tokoh pewayangan Petruk, konon di goa ini terdapat batu yang menyerupai hidung mancung tokoh wayang Petruk tapi karena ulah Belanda yang melakukan penambangan phosfat sehingga batu yang menyerupai hidung mancung Petruk itu patah dan sekarang sudah tidak terlihat lagi.



Baca artikel selengkapnya: "Caving Goa Petruk dan Goa Liyah, Seru!"

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Kaji Rencana Impor Garam Industri untuk 2018

  • Terancam Pelebaran Jalan, Makam Ragasemangsang Diusulkan Jadi Cagar Budaya
  • Ozil Segera Perpanjang Kontrak?
  • Paus Resmikan Pernikahan Pasangan di Atas Pesawat

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.