Pesta Dortmund di Santiago Bernabeu

KBR68H - Borrusia Dortmund bukan apa-apa dibandingkan Real Madrid di kompetisi liga Champions.

Kamis, 02 Mei 2013 07:49 WIB

KBR68H - Borrusia Dortmund bukan apa-apa dibandingkan Real Madrid di kompetisi liga Champions. Klub Jerman itu baru satu kali menjadi juara pada 1997. Ketika itu, Dortmund mengalahkan Juventus 2-1 di final. Bandingkan dengan Real Madrid yang sudah sembilan kali menjadi juara liga Champions.

Namun, catatan sejarah itu tidak ada artinya ketika kedua tim bertemu di Santiago Bernabeu, Selasa lalu dalam semifinal kedua liga Champions. Anak asuh Jose Mourinho itu perlu menang 3-0 agar bisa lolos ke final setelah kalah 4-1 di pertemuan pertama.

Keajaiban hampir terjadi ketika Madrid bisa mencetak dua gol di 10 menit terakhir. Akan tetapi, gol ketiga yang ditungggu-tunggu tidak pernah hadir. Dortmund akhirnya berpesta di Santiago Bernabeu. Mereka kembali ke final liga Champions untuk kali pertama dalam 16 tahun. Lawan yang akan mereka hadapi di final adalah Bayern Munich, sesama klub Jerman. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.