Ketika Nou Camp Menjadi Kuburan bagi Barcelona

KBR68H - Rokatenda atau kebangkitan kembali tidak terjadi dua kali di stadion Nou Camp, kandang Barcelona.

Jumat, 03 Mei 2013 07:58 WIB

KBR68H - Rokatenda atau kebangkitan kembali tidak terjadi dua kali di stadion Nou Camp, kandang Barcelona. Di babak perempat final, Barcelona yang tertinggal 2-0 dari AC Milan berhasil melakukan Rokatenda di Nou Camp dan menang telak 4-0 serta maju ke semifinal.

Namun, keajaiban sepertinya hanya datang satu kali. Saat menjamu Bayern Munich di semifinal putaran kedua liga Champions, Barcelona yang sudah kalah 4-0 di pertemuan pertama justru semakin dipermalukan di Nou Camp. Anak asuh Tito Villanova itu dipaksa menelan kekalahan 3-0.

Secara agregat, Barcelona tersingkir dari babak semifinal liga Champions dengan menanggung beban kekalahan 7-0. Sebuah skor yang memalukan bagi klub besar seperti Barcelona. Para pemain Bayern Munich yang mengandalkan kecepatan dan serangan balik berhasil mematikan taktik tika taka yang selama ini membawa Barcelona menguasai Eropa. Sejak 2006, Barca selalu bisa lolos ke babak semifinal liga Champions dan tiga kali menjadi juara.

Pesta pemain Bayern Munich di Nou Camp menjadi duka bagi seluruh pemain dan juga fans Barcelona. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.