Pesona Gunung Tambora Pasca Gelegar Dua Abad

Gunung Tambora terletak di Semenanjung Sanggar wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini meletus hebat pada April 1815. Seketika, Tambora mengubur tiga kerajaan; Sanggar, Pekat, Tambora

Selasa, 21 Apr 2015 14:33 WIB

Gunung Tambora terletak di Semenanjung Sanggar wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini meletus hebat pada April 1815. Seketika, Tambora mengubur tiga kerajaan; Sanggar, Pekat dan Tambora. Letusan itu juga membinasakan 12 ribu penduduk yang bermukim di kakinya.  

Setahun selepas erupsi megakolosal itu, keceriaan musim panas di Eropa dan Amerika Utara berganti dengan kengerian musim dingin, gagal panen, wabah kolera dan kematian pada 1816. Dampak erupsi Tambora itu baru disadari penduduk dunia ratusan tahun kemudian.

Tapi dibalik musibah itu, abu letusan Tambora membuat tanah sekitar gunung sangat subur. Puluhan ribu hektar lahan di sana dimanfaatkan warga menanam kopi, jambu mete dan jagung. Tanaman jagung di lerang Tambora menjadi cerita sukses produksi di Indonesia. Jagung inilah yang meningkatkan daya beli warga Dompu.  

Foto: Zainudin Syafari

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.