Mendaki Gunung Anak Krakatau

Letaknya di tengah laut di perairan Selat Sunda, serta asal usul terbentuknya menjadikan Gunung Anak Krakatau terlihat berbeda dan istimewa dari gunung-gunung lainnya. Hal itu pula yang membuat saya tertarik untuk melakukan perjalanan ke sana.

Rabu, 03 Apr 2013 12:28 WIB

Letaknya di tengah laut di perairan Selat Sunda, serta asal usul terbentuknya  menjadikan Gunung Anak Krakatau terlihat berbeda dan istimewa dari gunung-gunung lainnya. Hal itu pula yang membuat saya tertarik untuk melakukan perjalanan ke sana.

Pagi itu Minggu, (24/2/2013) sebelum matahari terbit kami harus segera bangun untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi tempat kami bermalam menuju Gunung Anak Krakatau. Waktu belum menunjukkan pukul 04.00 WIB semua anggota rombongan sudah berada di dalam kapal dan siap mengarungi lautan. Angin berhembus kencang, lautan masih terlihat gelap, suasana di dalam kapal pun sunyi, sebagian dari kami memilih melanjutkan tidurnya. Kapal yang membawa kami masih terombang-ambing di lautan lepas, terhuyung ke kiri ke kanan, semakin lama goyangannya semakin terasa kencang “braaaak'' kapal menabrak ombak. Goncangannya mengagetkan kami, menyiutkan nyali, menaikkan adrenalin disusul teriakan-teriakan kami. Masing-masing segera mengambil posisi tidur, merebahkan badan adalah cara terbaik untuk mengurangi rasa mual. Suasana kembali sepi hanya berdoa dan berfikir positiflah yang dapat kami lakukan. Kapal ini sudah berlayar cukup lama, normalnya perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Gunung Anak Krakatau dapat ditempuh selama 2 jam. Tapi inilah alam kita tidak dapat memprediksinya. Akhirnya sampai juga kapal ini menyentuh bibir pantai Gunung Anak Krakatau. Matahari sudah terlihat bersinar, ada kapal kayu kecil yang siap mengevakuasi kami menuju daratan.


Artikel selengkapnya: Mendaki Gunung Anak Krakatau

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.