G.I Joe: Retaliation

Sukses yang diraih G.I Joe: The Rise of Cobra pada 2009 membuat Paramount Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer and Skydance Productions membuat sekuel film yang diambil dari karakter produksi Hasbro.

Selasa, 02 Apr 2013 12:18 WIB

Sukses yang diraih G.I Joe: The Rise of Cobra pada 2009 membuat Paramount Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer and Skydance Productions membuat sekuel film yang diambil dari karakter produksi Hasbro. The Rise of Cobra berhasil meraih pemasukan USD 300 juta dari seluruh dunia. Kini, pasukan khusus Amerika yang dikenal dengan nama G.I Joe kembali hadir di layar lebar yang diberi judul G.I Joe: Retaliation.


Selama kurang lebih 90 menit, anda akan dihibur dengan aksi perkelahian antara pasukan khusus G.I Joe melawan Komandan Kobra dan anak buahnya. Meski sarat dengan adegan perkelahian yang ditambah dengan spesial efek yang canggih, alur cerita G.I Joe: Retaliation terkesan datar dan sangat mudah untuk ditebak. Tapi, kekurangan itu bisa terbayar dengan melihat adegan memukau Snake Eyes dan Storm Shadow melawan Komandan Kobra. Dan,tentunya ada penampilan khusus Bruce Willis yang berperan sebagai Jendral Joe Colton, orang yang membentuk pasukan khusus G.I Joe.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

HNW Sarankan Masyarakat Gugat UU Pemilu ke MK

  • Diskusi Karya Enny Arrow di Semarang Dilarang Polda Jateng
  • Persiba Dukung Wasit Asing di Liga 1
  • Rafinha Berambisi Jadi Suksesor Lahm

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.