Klinik KBR68H - Tidak Perlu Malu Punya Anak Down Syndrome

Sudah tahukah anda mengenai down syndrome? Down syndrome merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21. Down Syndrome biasa terkena pada anak. Salah satu hal yang terjadi pada anak Down Syndrome adalah gangguan perkembangan mental dan fisik.

Rabu, 20 Mar 2013 10:32 WIB

Sudah tahukah anda mengenai  down syndrome? Down syndrome merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21. Down Syndrome biasa terkena pada anak. Salah satu hal yang terjadi pada anak Down Syndrome adalah gangguan perkembangan mental dan fisik. Anak yang terlahir dengan kelainan kromosom ini tentu menjadi tanggung jawab orangtua. Mereka tidak boleh ditinggalkan, justru dukungan orang tua dan orang terdekat sangat penting.

Belajar dari kisah Olivia Maya Shitaresmi. Ibu Oliv memiliki dua orang anak. Namun pada anak pertamanya tidak lahir sempurna layaknya anak-anak pada umumnya. Anak perempuan pertama Ibu Oliv penyandang Down Syndrome.  


Artikel selengkapnya: Tidak Perlu Malu Punya Anak Down Syndrome


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau