Upacara Mekotek di Bali Guna Minta Keselamatan

KBR, Bali- Ribuan warga Desa Manggu kecamatan Mengwi Kabupaten Badung hari ini melaksanakan upacara Mekotek, yaitu tradisi tolak bala dengan tujuan memohon keselamatan.

Sabtu, 20 Feb 2016 19:19 WIB

KBR, Bali- Ribuan warga Desa Manggu kecamatan Mengwi Kabupaten Badung hari ini melaksanakan upacara Mekotek, yaitu tradisi tolak bala dengan tujuan memohon keselamatan.

Upacara Mekotek juga di kenal dengan istilah ngerebek.

Upacara ini diikuti seluruh warga desa dari dewasa hingga anak-anak dengan membawa sebatang kayu yang panjangnya sekitar 2-3 meter lalu di arak keliling desa. Dewa Putu Budiana salah seorang peserta upacara mengatakan, "Kita udah terbiasa setiap enam bulan sekali melakukan upacara ini khususnya desa adat Manggu karena dari sejak dahulu sehingga harus dilaksanakan untuk mengusir atau memohon keselamatan."

Upacara Mekotek diawali dengan berkumpul di Pura Dalem Manggu yang kemudian tongkat kayu diadu sehingga menimbulkan bunyi “tek-tek” dikumpulkan sehingga membentuk sebuah kerucut atau piramid. Bagi yang punya nyali bisa naik kepuncuk kumpulan tongkat kayu dan berdiri di atasnya seperti komando yang memberikan semangat bagi pasukannya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.