Menikmati Harum Sabun Sereh

Di Sarongge, Jawa Barat, sekelompok ibu-ibu membuat sabun sereh berbahan dasar alami, yaitu sereh wangi hutan.

Kamis, 26 Feb 2015 12:32 WIB

Ada yang suka, ada pula yang tidak suka dengan bau sereh.  Di Sarongge, Jawa Barat, sekelompok ibu-ibu membuat sabun sereh berbahan dasar alami, yaitu sereh wangi hutan yang banyak ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Pembuatan produk sabun sereh ini antara lain sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi perempuan yang dijalankan Green Initiative Foundation.  Dengan membeli sabun tersebut, kita dapat mendukung ibu-ibu di Sarongge dan keluarga mereka memperoleh penghasilan tambahan dan membantu konservasi hutan Sarongge.

Salah satu yang mendukung project ini adalah Olga Lydia. Aktris pecinta lingkungan ini tidak hanya yakin bahwa dengan memberdayakan komunitas lokal akan tercipta perdangangan yang adil (fair trade), tetapi juga yakin bahwa sabun sereh ini memang merupakan produk alami anti nyamuk yang bebas dari bahan kimia buatan (eco-friendly). 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.