Cegah Banjir, Jokowi Tanam Pohon di Puncak

Penanaman pohon ini adalah kerjasama Green Radio dan PT MRT.

Selasa, 04 Feb 2014 12:15 WIB

KBR68H,Jakarta – Di tengah guyuran hujan di perkebunan teh Ciliwung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Bupati Bogor Rahmat Yasin memulai acara tanam pohon di Telaga Saat, hulu Sungai CIliwung. 


Dengan kemeja putih dan jas hujan warna merah, Jokowi tampak tak canggung menanam pohon kayu putih yang sudah diberi label putih “Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta”. 


Dalam pertemuan sebelum seremoni tanam pohon, Bupati Bogor Rahmat Yasin mengatakan,”Kalau rumah kita bocor, kita tak cukup hanya dengan menyediakan ember. Tapi kita juga harus menambal atapnya.”


Jokowi lantas menanggapi dengan spontan, "Wah itu langsung terasa. Kalau begitu saya perlu kirim eskavator secepatnya untuk mengeruk waduk."


Penanaman pohon ini diprakarsai Green Radio bekerjasama dengan Perum Perhutani dan PT MRT. Penanaman dilakukan di bekas hutan produksi getah pinus Perhutani yang sudah tak aktif lagi. Statusnya sekarang adalah hutan lindung. Penanaman ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kawasan hutan tertutup di Bogor menjadi 30 persen untuk menambah kemampuan penyerapan air. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.