Wisata Menyehatkan? Mari Jalan-Jalan ke Tawangmangu

Jika Anda ingin berwisata sambil berolahraga menghirup udara segar, mungkin tempat wisata Tawangmangu bisa menjadi pilihan. Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari kota Solo, sepanjang perjalanan Anda bisa menikmati persawahan yang hijau membentang.

Senin, 11 Feb 2013 11:10 WIB

Jika Anda ingin berwisata sambil berolahraga menghirup udara segar, mungkin tempat wisata Tawangmangu bisa menjadi pilihan. Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari kota Solo, sepanjang perjalanan Anda bisa menikmati persawahan yang hijau membentang.  Tawangmangu atau lebih dikenal dengan nama Grojogan Sewu, merupakan tempat wisata daerah pegunungan di kota Solo yang letaknya dekat lereng Gunung Lawu. Untuk menikmati air terjun setinggi 81 meter, Anda harus menyusuri 1250 anak tangga. Tapi rasa lelah akan terbayar tuntas ketika mencapai air terjun yang menawarkan kesejukan.

Jangan lupa, tak hanya air terjun saja sensasi wisata yang ditawarkan, Anda juga bisa mencicipi kuliner sate Kelinci. Setelah capek berjalan, istirahat sejenak dengan duduk-duduk di tikar sambil menunggu sate Kelinci dihidangkan.

Tapi hati-hati, karena banyak Monyet yang nakal. Jadi selalu amankan barang bawaan Anda. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi