Kebun dan Kolam Penunjang Gizi Warga Pedesaan Kamboja

Pertumbuhan ekonominya dipuji, tapi masih banyak warga miskin dan kurang gizi.

Senin, 27 Jan 2014 11:01 WIB

Di Kamboja, seperlima warganya masih berada di bawah garis kemiskinan. Dan 80 persen warga tinggal di daerah pedesaan dengan pekerjaan utama sebagai petani.

Untuk mendongkrak perekonomian sekaligus status gizi warga, Pemerintah Amerika Serikat mendanai program Cambodia Harvest Project yang berlangsung selama lima tahun di sana. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kebun dan kolam ikan milik warga dengan teknologi sederhana sehingga bisa lebih produktif.

Setelah tiga tahun berjalan, 100 ribu orang lebih telah mendapat pelatihan soal pengelolaan pertanian yang lebih baik untuk ketahanan pangan warga. Termasuk di antaranya Noun Ish dengan kebun sayur kecil di depan rumahnya dan Noun Art yang tengah menanti panen ikan dari kolam miliknya.

Baca artikel lengkapnya: Dengan Kebun dan Kolam, Dongkrak Gizi Warga Kamboja



* Penulis adalah jurnalis KBR68H yang ikut dalam kunjungan media yang dilakukan US Ambassador for UN Agencies in Rome David Lane ke Kamboja pada 8-13 Desember 2013.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Mendagri: Fraksi Yang Tak Terima Silakan ke MK

  • Setengah Calon Haji Cilacap Beresiko Tinggi
  • Kabar Kematian Chester Bennington Buat Geger Dunia Maya
  • Liverpool Tolak Tawaran Barcelona untuk Countinho

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.