Menyapa Komodo

Komodo dipercaya sebagai dinosaurus terakhir di muka bumi. Bertubuh raksasa, dengan taring tajam yang siap merobek mangsanya. Air liurnya mengandung racun mematikan bagi setiap makhluk yang digigitnya.

Kamis, 31 Jan 2013 14:29 WIB

Komodo  dipercaya sebagai dinosaurus terakhir di muka bumi.  Bertubuh raksasa, dengan taring tajam yang siap merobek mangsanya. Air liurnya mengandung racun mematikan bagi setiap makhluk yang digigitnya.

Kadal raksasa yang sudah hidup sejak tiga ratusan tahun itu,  panjangnya bisa  mencapai 3 meter dan berat  ratusan kilogram.  Sebagai kadal purba terbesar yang amat langka, populasi komodo tinggal 2400 ekor. Mereka hidup tersebar di kawasan Taman Nasional Komodo, tepatnya di Pulau Komodo, Rinca, Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Ini menjadi satu-satunya kepulauan di dunia yang adalah habitat asli komodo.

Kadal terbesar di dunia bisa mencapai usia 50 tahun. Hewan primitif ini tidak dapat berkembang biak jika ditangkarkan. Bahkan bisa mati. Inilah sebabnya komodo layak menjadi satu dari tujuh Keajaiban Dunia yang baru.  Komodo hanya hidup di Indonesia.

Ada banyak hal di Taman Nasional Komodo, tak cuma Komodo. Di sana juga terdapat 200 lebih spesies hewan yang terdiri dari perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia  Selain itu, kawasan ini terkenal dengan terumbu karangnya yang indah, dengan sekitar 1.000 spesies ikan.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.