Banjir di Utan Kayu, Matraman

Jalanan di sepanjang Utan Kayu Utara dan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur terendam banjir dengan ketinggian sudah mencapai selutut orang dewasa.

Kamis, 17 Jan 2013 13:19 WIB

KBR68H, Jakarta- Jalanan di sepanjang Utan Kayu Utara dan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur terendam banjir dengan ketinggian sudah mencapai selutut orang dewasa. Hujan yang terus mengguyur mengakibatkan sungai meluap dan membanjiri rumah warga.  Ketinggian air diperkirakan akan terus bertambah.

Genangan air juga menggenangi jalanan, sehingga kendaraan tak bisa melintas. Banyak kendaraan yang juga terjebak di air, karena mogok.  Wargapun terpaksa berjalan kaki dengan menerjang air. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah ini juga terpaksa memulangkan siswanya lebih dini, karena air sudah menggenangi ruang kelas, seperti yang terjadi di SDN Utan Kayu Utara 11 Pagi.

Banyak warga yang keluar rumah, dan terlihat pasrah dengan banjir yang terjadi. Mereka masih mendiamkan rumahnya dan belum ada aktivitas mengeluarkan air dari rumah.
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.