Putry Yuliastuti - Kostoom

Berawal dari rasa gundahnya melihat para ibu di sekitar rumahnya yang menjadi PRT dan bergaji kecil, perempuan muda ini berusaha mencari jalan keluar.

Jumat, 18 Agus 2017 10:59 WIB

Berawal dari rasa gundahnya melihat para ibu di sekitar rumahnya yang menjadi PRT dan bergaji kecil, perempuan muda ini berusaha mencari jalan keluar. Caranya menggaet mereka menjadi penjahit. Tapi, keinginan itu mentok karena nyatanya pekerjaan jadi penjahit rumahan tak menguntungkan. Ia lalu terpikir untuk mengubah citra penjahit konvensional jadi lebih bergengsi. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.