Bolehkah Merasa Paling Benar?

Kerapkali kita berdebat tentang siapa yang paling benar. Termasuk dalam hal dalam hal beragama. Akibatnya muncul perselisihan. Bagaimana sebaiknya menyikapinya?

Sabtu, 03 Jun 2017 09:35 WIB

Kerapkali kita berdebat tentang siapa yang paling benar. Termasuk dalam hal dalam hal beragama. Akibatnya muncul perselisihan. Bagaimana sebaiknya menyikapinya? Adit Insomnia dan Hilbram Dunar lewat "Saatnya Bertanya" KBR Pagi bertanya kepada Dr. Abdul Moqsith Ghazali (Pengurus Lembaga Bathsul Masail NU & MUI Pusat) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Upayakan Pemulangan Dua Sandera Abu Sayyaf dari Filipina

  • Sopir Angkot Desak Anies Buka Jalan Jati Baru Tanah Abang
  • Macet, LA Berencana Duplikasi Papan Hollywood
  • Persebaya Tak Lagi Kejar Andik Vermansyah

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.